Kamis, 07 April 2011

Kode etik perlu dipertegas

RemajaTenis 7 April 2011. Masalah munculnya kecurangan didalam pembinaan atlet yunior dengan cara cara tidak sportif sudah berlangsung lama di pertenisan Indonesia. Demikian menurut pengamatan Rahayu M Hartati kepada RemajaTenis, Indikasi asal muasalnya datang dari pelatih sendiri yang berkeinginan mengangkat namanya dengan cara menurunkan usia anak didiknya. Disamping itu pula keinginan mendapatkan fasilitas dari Pemerintah Daerah setempat menambah besar keingian pelatih berbuat hal hal yang sudah bertentangan dengan etika kepelatihan sendiri. Informasi didapat, sejak 2007 sudah diketemukan sekitar 40 petenis yunior ini menyalah gunakan dengan cara cara tidak sportif. Pengamatan RemajaTenis sendiri melihat telah ada aturan aturan didalam Ketentuan TDP Kelompok Yunior sudah tercantumkan code of conduct bagi peserta turnamen. Aturan baku ini sangat disayangkan sekali tidak dijalankan oleh bidang yang bertanggung jawab. Ini baru sekitar pesertanya bukan berarti di sektor pelatih tidak memiliki kode etik.

Menurut situs Pelti sendiri mengatakan ditingkat internasional topik etika kepelatihan telah dibahas panjang lebar oleh Komisi Pelatih ITF pada tahun 1998 . Kode, yang dihasilkan melalui konsultasi dengan ATP dan WTA Tour, ini dimaksudkan untuk memberikan serangkaian pedoman konstruktif untuk membantu pelatih dalam profesi mereka dan khususnya dalam situasi yang mungkin memiliki implikasi etis.

Kode merupakan bagian dari ITF Coaches Program Pendidikan dan termasuk dalam semua kepelatihan pelatih ITF mulai dari Level-1 , Level-2 dan Level-3 . Asosiasi Nasional juga didorong untuk menggunakan Kode dalam program pendidikan pelatih mereka dan untuk memastikan bahwa telah digunakan untuk semua pelatih. The Lawn Tennis Association of Great Britain telah menerbitkan Kode ITF dalam buku pelatih mereka yang keluar untuk semua pelatih berkualitas.

Yang jadi pertanyaan sekarang jika aturan sudah ada dan jelas, kenapa tetap saja terjadi hal hal yang sudah jelas melanggar Kode itu sendiri baik petenis maupun pelatih.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar