Selasa, 29 Maret 2011

Putra berguguran, Putri masih berjaya

RemajaTenis, 29 Maret 2011. Permainan petenis putra harapan tuan rumah hari ini kalah semua. Mulai dari andalan utama Tio Juliandi Hutahuruk yang putaran pertama ITF Jubilee School bertanding penuh semangat dan kalah dibabak ketiga, kali ini sudah kalah dibabak kedua karena mendapatkan bye dibabak pertama sebagai unggulan 14. Terlihat penampilan Tio kali ini mengecewakan juga bagi dirinya , kalah dari non unggulan asal Thailand, Nawakarn Khunjan 76(3) 64. Tio sebagai unggulan 14 start tidak konsisten, unggul 2-0 kemudian 3-1 dan ternyata bisa ditinggal oleh lawannya menjadi 3-3 dan ketinggalan 3-5 dan sebelum menutup set pertama, Tio masih sempat mendapatkan satu game saja, 6-4 untuk Nawakarn Khunjan. Diset kedua hal yang sama terjadi, Tio unggul 2-1 , 3-1, dan 4-2 tetapi tidak bisa pertahankan permainannya dan akhirnya dikejar lawannya 4-4 dan lawannya unggul 5-4. Tetapi Tio masih mendapatkan satu game lagi 5-5 dan ketinggalan 5-6 dan akhirnya 6-6. Didalam perebutan tie break Tio sudah unggul dulu 3-0 dan hanya sampai disitu lawannya menutup dengan 7-3.
"Memang saya bermain dalam kondisi tidak fit, karena flu." ujar Tio ketika ditanya RemajaTenis.

Nasib yang sama dialami petenis putra lainnya, tidak ada yang menang, mulai dari Achad Imam Ma'ruf asal Bantul kalah dari ungulan 7 asal China Zhou Xufan 36 67(1). Akbar Hasian Hasibuan asal Slawi kalah dari unggulan 5 asal China Zhong Suhao 06 06. Arthur Maruli Hutabarat asal DKI juga kalah dari petenis Chinese Taipei Wang Yu Chang unggulan 12, Arthur kalah 1-6, 5-7
Begitu juga nasib petenis asal Palu Bill Tano kalah dari unggulan 11 asal Thailand Thanpol Chaingam 26 46.Kekalahan Arthur Maruli Hutabarat, menurut RemajaTenis disebabkan terlambat panas sehingga set pertama kalah 16. Diset kedua Arthur mulai bangkit dan bisa mencapai 5-5, hanya sayang sekali tidak bisa menang diset kedua.

Berbeda dengan putra, hasil petenis putri Indonesia masih lebih cemerlang. Petenis putri andalan tuan rumah yang juara putaran pertama, Tami Grende (usia 13 tahun) sebagai unggulan pertama mengalahkan rekannya sendiri Anggun Fernanda asal Pati 61 60. Tami mendapatkan bye, sedangkan Anggun dibabak pertama mengalahkan petenis Srilangka Thisuri Moligoda 62 60. Menemani Tami ikut juga menang adalah petenis asal Purwodadi Deria Nur Haliza yang mengalahkan unggulan 8 asal Thailand Apiramon Nakornkan dalam rubber set 46 62 63. Sedangkan Oktavia Ayu Dewi asal Blitar kalah dari unggulan 7 asal Thailand Chatmanee Jankiaw 16 16. Nasib yang sama dialami petenis asal Bandung Rifanty Dwi Kahfiani yang kalah dari unggulan 6 asal Korea Choi Suyeon 16 06.

Tami Grende akan ketemu petenis asal India Devanshi Bhimjiyani yang menang dari Geraldine Ang asal Singapore 63 62. Deria Nur Haliza ketemu unggulan 13 Yana Kohn asal Uzbekistan
Turnamen ITF Jubilee School 14 U Asian Champs ini berlangsung sejak 24 Maret dan berakhir 3 April 2011 di lapangan tenis Kemayoran Jakarta.
Hasil ITF Jubilee School 14 U Asian Champs akan didapatkan 4 putra dan 4 putri dengan peringkat tertinggi mendapatkan tiket ke Eropa selama 5 minggu latihan dan bertanding dibeberapa negara di Eropa dengan beaya ITF

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar