Rabu, 11 Juni 2014

RemajaTenis Telah diikuti petenis dari 31 Provinsi

RemajaTenis,11 Juni 2014. Kesempatan ikut bertanding merupakan salah satu faktor yang cukup penting dalam pembinaan atlet tenis. Mengingat luasnya Nusantara dari Sabang hingga Merauke, sudah seharusnya insan tenis mulai memikirkan perkembangan tenis dari Sabang hingga Merauke. Dalam pemantauan RemajaTenis sejak tahun 2009 diperkenalkan maka bisa dicatat kalau selama ini turnamen nasional RemajaTenis sudah pernah diselenggarakan di Medan, Payakumbuh, Palembang, Tanjung Enim, Pontianak, Banjarmasin, Manado, Palu, Sumbawa Besar, Mataram, Jayapura, Banyuwangi, Surabaya, Blora, Solo, Ambarawa, Tegal, Jogjakarta, Bantul, Cirebon, Sumedang, Cibinong, Bogor dan Jakarta. Artinya diselenggarakan di 14 Provinsi. Tetapi jika ditelesuri ternyata keberadaan RemajaTenis di 14 Provinsi itu dinikmati atau diikuti juga atlet yunior dari Aceh, Bengkulu, Kepri, Riau, Jambi, Lampung, Babel, Banten, Kaltim, Kalteng, Sulbar, Gorontalo, Sulsel, Bali, NTT, Maluku Utara, Papua Barat. Artinya bertambah 31 Provinsi.

Dengan modal nekat dengan tekad yang kuat agar petenis yunior diberi kesempatan ikuti turnamen yang merupakan kebutuhannya dalam peningatan prestasi, maka keberhasian RemajaTenis ditengah tengah kesulitan  dukungan sponsor, RemajaTenis  secara konsisten diselenggarakan sehingga mendapatkan peminat cukup besar. Maka dengan masuknya RemajaTenis ke Makassar ternyata sudah ikut mendaftar dari beberapa Provinsi diluar yang sudah ada yaitu Sultra dan Kalimantan Utara. Yang belum pernah menikmati keberadaan RemajaTenis adalah petenis dari Maluku. Dan diharapkan juga peserta dari Maluku bisa terjun di Makassar.
Harapan terjangkaunya Remajatenis agar bisa dinikmati oleh petenis diseluruh Indonesia sangat didambakan sekali oleh perintis atau penggagas dari RemajaTenis. "Saya harapkan penerus saya bisa menjalankan dengan lebih baik." ujar August Ferry Raturandang (AFR) kepada RemajaTenis didampingi Referee Parjan dan Erlan.

Turnamen nasional RemajaTenis Sulsel akan menarik perhatian petenis bukan hanya dari Makassar tetapi juga datang dari Kabupaten di Sulawesi Selatan yang tidak bisa ikuti turnamen nasional keluar Sulawesi Selatan, maupun provinsi disekitarnya seperti Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara maupun Sulawesi Tengah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar