Rabu, 30 November 2011

Protes masalah Entry Fee

RemajaTenis, 29 Nopember 2011. RemajaTenis membuat terobosan baru dalam 2 bulan terakhir ini. Terobosan ini membuat pecinta RemajaTenis sedikit terkejut. Akibat salah persepsi seringkali membuat keinginan protes. Tetapi sebenarnya tidak banyak yang berkeinginan protes tersebut.
"Tujuan kami adalah agar petenis yunior ini peduli dengan KTA Pelti. Karena KTA Pelti sudah berjalan 3 tahun lebih tetapi belum banyak petenis yang memilikinya." ujar Rahayu selaku pengelola RemajaTenis. Caranya, dengan membedakan entry fee atau uang pendaftaran turnamen RemajaTenis. Mulailah diberlakukan entry fee Rp. 200.000 bagi yang sudah memiliki KTA Pelti dan Entry fee sebesar Rp. 250.000 bagi yang belum memilki KTA Pelti.

Akibat salah persepsi, maka induk organisasi Pelti menerima surat yang ditujukan kepada Ketua Umum PP Pelti Martina Widjaja . Isinya berupa protes seolah olah PP Pelti telah berbohong dengan menarik uang pembuatan KTA. Surat ini tanpa alamat jelas , hanya menyebutkan nama sipengirim. August Ferry Raturandang selaku penggagas RemajaTenis dan juga Wakil Sekjen PP Pelti mengatakan kalau Ketua Umum PP Pelti juga bisa menerima gagasan RemajaTenis soal Entry fee tersebut. Karena RemajaTenis tidak pernah mencantumkan kalau pembuatan KTA Pelti dikenakan beaya sebesar Rp. 50.000.
"Kami ingin agar petenis segera mengurus KTA Pelti dengan cara entry fee dibedakan antara non member (KTA) dan member (punya KTA)." ujar Rahayu MH.
Ketentuan beda entry fee itu dilakukan sejak selaku penyelenggara turnamen internasional yang dipercayakan kepada tim RemajaTenis selaku pelaksana. Ini turnamen dibulan Oktober 2011 di Kemayoran. Setelah itu seluruh turnamen RemajaTenis memberlakukan ketentuan baru tersebut.

Ada ketidak puasan terhadap KTA Pelti bagi yang pernah mengisi formulir pendaftaran KTA tetapi sampai saat ini belum keluar juga. Hal ini disampaikan oleh Rahayu kalau setiap RemajaTenis selesai maka langsung diserahkan formulir tersebut ke petugas sekretariat. Diakuinya pula kalau ternyata ada yang mengisi tidak lengkap datanya, seperti belum ada foto atau belum ada fotocopy Akte Kelahirannya ataupun tidak sebutkan alamatnya dengan jelas atau nama kotanya tidak disebutkan. Semua ini tidak bisa diproses.

August Ferry Raturandang Wakil Sekjen PP Pelti langsung mencek ke sekretariat PP Pelti masalah KTA Pelti. Ternyata sudah banyak yang telah selesai dicetak KTA Pelti tetapi belum didistribusikan kepeserta. Karena jika dikirim persurat kuatir tidak sampai. Maka cara yang dilakukan dititipkan kepada Referee turnamen yang akan berlangsung.
Muncul juga pertanyaan jika bayar Rp. 250.000, dianggap ada kelebihannya maka dana Rp. 50.00 itu disangkanya masuk ke PP Pelti. "Yang betul masuk kepenyelenggara."

Oleh Rahayu dikatakan bagi yang sudah pernah mengisi formulir pendaftaran KTA Pelti tidak perlu kuatir kalau akan dikenakan Rp. 250.00. Cukup sampaikan kepada pelaksana RemajaTenis kalau sudah pernah mengurusnya. RemajaTenis akan mencek ke PP Pelti nama atlet yang sudah punya KTA tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar