Rabu, 23 November 2011

Tami Grende disponsotri Air Asia

RemajaTenis, 23 Nopwmbwe 2011. Petenis yunior asal Bali, Tami Grende kelahiran Denpasar di tahun 1997, berkat kerja kerasnya sehingga menorehkan prestasi yang membanggakan di kancah pertenisan yunior internasional, mendapat perhatian dari maskapai penerbangan Air Asia yang berkenan mensponsorinya. Tami merupakan atlit Indonesia pertama yang disponsori oleh Air Asia. Menyambut ulang tahun Air Asia yang kesepuluh dan Air Asia Indonesia yang ketujuh, Tami dipilih karena pihak Air Asia melihat potensi yang besar pada diri Tami menjadi petenis masa depan Indonesia. Sebagai atlit yang didukung oleh salah satu maskapai penerbangan kebanggaan Asia ini, Tami berhak mendapatkan tiket gratis ke semua jurusan yang dilayani oleh Air Asia termasuk London, Paris, Osaka, Tokyo, Melbourne dan tentu saja kota-kota lainnya di Asia. Dengan demikian Tami dapat makin fokus mengatur jadwal turnamen-turnamen internasionalnya di tiga benua selama setahun, apalagi ia mentargetkan masuk ke jajaran 100 besar dunia pada musim 2012 mendatang.
Ketika ditanyakan kepada yang bersangkutan, Tami yang berusia 14 tahun ini berkata,”Terima kasih kepada Air Asia, saya sangat terkejut tapi gembira tentu saja. Dengan adanya sponsor seperti ini, saya dapat terus mengasah bakat tenis yang saya punya. Sebagai putri Bali, saya ingin membuat Bali khususnya dan Indonesia merasa bangga di kancah pertenisan dunia. “
Kemarin (Selasa, 22/11) Tami terbang ke kantor Air Asia Indonesia di bandara internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten dan ia menjalani pengambilan video sebagai salah satu ikon Air Asia yang rencananya akan dirilis pada awal Desember nanti.
Pemerhati dan penulis tenis Adji Soedibjo, juga sempat dimintai tanggapannya atas apa yang diperoleh Tami dan beliau berkomentar,”Jelas Tami membuat bangga masyarakat olahraga nasional. Saya sudah mengamati Tami sejak ia masih berusia 8 tahun dan sejauh ini Tami banyak mengalami kemajuan. Sejak Tami memulai karir yunior internasionalnya di akhir Juni 2010, hanya dalam waktu 16 bulan saja dengan 11 turnamen ITF (International Tennis Federation) yang diikutinya, ia sukses mencapai peringkat terbaiknya yakni ITF 138 per tanggal 7 November lalu. Pencapaian yang luar biasa!”
Adji menambahkan,”Mantan petenis Angelique Widjaja saja saat masih yunior baru mendapatkan gelar internasional perdananya setelah 2 tahun berkecimpung. Sementara itu Tami mampu merenggutnya hanya pada turnamen internasionalnya yang keenam bahkan terjadi di luar negeri. Saya tahu betul, Tami bangga menjadi orang Bali dan ia siap membela Bali selama jadwal turnamen yang harus diikutinya tidak berbarengan dengan turnamen yang sudah dijadwalkan di luar negeri. Tanpa ada sponsor, apa yang diupayakan orang tua Tami selama ini mendukung dan membina putri mereka layak dihargai dan dihormati. Mencetak petenis andal merupakan proses yang panjang pembinaannya, tak seperti membalikkan telapak tangan. Saya sangat berharap masyarakat serta pembina olahraga tenis di Bali senantiasa mendukung kiprah Tami di tingkat internasional, karena bagaimanapun jika ia terus menuai sukses, secara otomatis nama Bali sekaligus Indonesia akan berkibar. Marilah kita semua fokus pada kepentingan yang lebih besar, demi tercapainya tenis kita yang bersinar kembali di tingkat dunia!”***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar