Rabu, 27 Juli 2011

Kelompok 18 tahun milik Petenis tuan rumah

RemajaTenis, 27 Juli 2011. Petenis tuan rumah berhasil keluar sebagai juara tunggal putra KU 18 tahun di turnamen nasional Remaja SUMUT Bangkit 2011 di lapangan tenis Kebon Bunga Medan hari Minggu (24/07). Petenis tuan rumah Habibi Yasin selaku unggulan 2 berhasil menumbangkan unggulan pertama asal Pematang SiantarFernando Bangun 61 64 di final yang disaksikan oleh Ketua Pengprov Pelti Sumatra Utara Indra Alamsyah.
Set pertama serangan bertubi tubi dilakukan dari baseline oleh Habibi terhadap pertahanan Fernando sehingga banyak kesalahan sendiri dilakukan Fernando. Set pertama Habibi menang 61, kemudian diset kedua Fernando mencoba bangkit tetapi hanya sampai 4 games saja dan Habibi unggu 64.
"Kedua petenis ini sebaiknya dipersiapkan untuk tim PON Sumut." ujar August Ferry Raturandang dilapangan tenis Kebon Bunga Medan.
Kelompok putri Ayuni Nurul Imam asal Medan keluar sebagai juara dan diikuti oleh petenis Sumatra Barat Siska Novera dan Gina Radiana asal Medan.
Selain putri KU 16 tahun, ternyata putra juga menjadi milik petenis tamu. Ragil Wahyudiono asal Langsa Aceh berhasil keluar sebagai juara setelah difinal mengalahkan Chairun Abdi Maulana asal Medan 75 75. Ragil disemifinal berhasil menumbangkan unggulan 1 asal Padang Jefry Wiranda dalam 3 set. Set pertama milik Jefry 63 dan set kedua Ragil unggu 76(5) dan set penentuan milik Ragil 10-8

Kelompok 16 tahun jadi milik petenis tamu. Sebagai juara putri petenis asal Padang IntanRahmadayu sebagai unggulan 2 berhasil kalahkan Mutiara Clara asal KEPRI dalam 3 set. Perlawanan Mutiara Clara cukup menarik ditonton masyarakat Medan. Set pertama milik Intan 63, tetapi diset kedua Mutiara berhasil bangkit dan unggul 64. Set penentuan ternaya perlwanan Mutiara cukup besar hanya keberuntunagn masih jauh darinya dan Intan menang 10-8.
Petenis harapan Mutiara Clara yang datang ke Medan bersama orangtuanya sebaiknya disiapkan oleh Pelti Kepri sebagai anggota tim PON 2012 Kepri. Demikian anjuran August Ferry Raturandang. Masyarakat tenis Kepri sangat memprihatinkan keberadaan Pelti Kepri yang selama ini tidak ada kegiatan. Khususnya perhatian kepada petenis yunior sangat memprihatinkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar