Minggu, 24 November 2013

Usia Peserta PON XIX 2016 adalah 21 tahun

RemajiaTenis, 25 November 2013 Pengurus Pusat Pelti telah melaksanakan salah satu amanat Musyawarah Nasional Pelti 2012 di Manado yaitu Rapat Kerja Nasional Pelti pada tanggal 23 November 2013 dihotel Atlet Century Park Jakarta. August Ferry Raturandang selaku peninjau dalam acara tersebut hadir dan mengikuti rapat di komisi B yang memutuskan batas usia peserta Pekan Olahraga Nasional XIX 2016 di Jawa Barat yang merupakan agenda yang diinginkan Pengda untuk dilakukan perubahan.
Banyak pihak tidak mengetahui kalau keputusan Pelti untuk PON XVIII Riau 2012 lalu itu berdasarkan hasil Rakernas Pelti 2010 di Jakarta sedangkan PP Pelti mengatakan itu keputusan Munas Pelti 2012 di Manado sehingga peserta tidak berani merubahnya. Sedangkan August Ferry Raturandang tidak diperkenankan untuk bicara oleh Sekjen PP Pelti maupun ketua Bidang Pembinaan PP Pelti. sedangkan dalam tata tertib Rakernas disebutkan sebagai peninjau bisa berbicara. Tetapi August Ferry Raturandang tidak berkeinginan untuk protes agar suasana tetap tenang karena beberapa anggota PP Pelti tidak menghendaki kehadiran AFR dalam Rakernas Pelti.
Yang melegakan hasil Rakernas Pelti 2013 adalah batasan usia peserta Pekan Olahraga Nasional XIX 2016 adalah batasan usia maksimal 21 tahun.

Ketika beberapa angota Pengda menanyakan kepada AFR mengenai batasan usia tersebut maka AFR menjelaskan latar belakang sehingga munculnya pembatasan usia di Rakernas Pelti 2010 yatu permintaan KONI Pusat dalam Rapat Anggota KONI Pusat menyebutkan agar setiap cabor (cabang olahraga) melakukan pembatasan usia. Sehingga PP Pelti dalam Rakernas Pelti 2010 diagendakan masalah pembatasan usia. Saat itu PP Pelti mengusulkan usia 23 tahun tetapi peserta Rakernas 2010 menghendaki 21 tahun sehingga dilakukan voting dan ternyata peserta lebih banyak menghendaki usia 21 tahun. 
"Jadi ini bukan hasil keputusan Munas 2013 sehingga diagendakan dalam Rakernas 2013." ujar AFR
Dengan keputusan ini maka menurut AFR, tujuannya adalah untuk menggairahkan daerah agar lakukan pembinaan sedini mungkin, bukan seperti yang lalu lalu banyak dilakukan pembelian atlet dari luar daerah yang sulit dibendung. Hasilnya dalam PON XVIII Riau banyak daerah berpotensi mendapatkan medali dan bahkan bisa ikut dalam PON XVIII lalu. 
"Kesematan bagi daerah sesegera mngkin lakukan pembinaan usia muda." ujar AFR

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar