Senin, 18 November 2013

Sekda Provinsi Papua menutup Kejurnas Tenis Remaja Bank Papua

REMAJATENIS. Sekretaris Daerah Provinsi Papua TEA Herry Dosinaen SIP hari ini (Minggu 17/11/13) menutup Kejurnas Tenis Remaja Bank Papua setelah pertandingan terakhir selesai final tunggal putra 18 tahun antara M.Ghandi (Jayaour) melawan Rachfel Sidiq asal Merauke.
Dalam sambutan disampaikan terima kasih kepada peserta yang telah ikut serta dari berbagai kota maupun daerah sehinga turnamen berhasil dengan sukses. Disamping itu pula dikatakan diharapkan untuk tahun mendatang Papua bisa berbicara dikancah nasional. " Pelti Papua akan siapkan tim tenis dengan petenis asal Papua di ajang Pekan Olahraga Nasional mendatang." ujarnya disambut dengan tepuk tangan penonnton.
August Ferry Raturandang selaku penggagas Kejurnas Tenis Remaja Bank Papua mengatakan petenis Papua cukup potensial sekali, hanya perlu banyak ikut dalam turnamen turnamen. " Bisa ikuti turnamen diluar Papua atau sebanyak mungkin adakan turnamen di Tanah Papua." ujarnya kepada Ketua Panpel Haedar Husin. Oleh Sekda Provinsi Papua sampaikan undangan kepada peserta untuk datang acara ramah tamah di Hotel Swissbel hari Senin 18 November 2013 pukul 19.00.

Kejurnas Tenis Remaja Bank Papua merupakan turnamen tenis nasional yang pertama diadakan di Tanah papua sehinga bisa membuka mata masyarakat tenis di Papua betapa pentingnya turnmen bagi petenis muda usia. Munculnya mutiara2 hitam dari ujung Timur Indonesia membuka mata masyarakat tenis Indonesia kalau diujung Timur Indonesia terpendam mutiara mutiara hitam yang akan berbicara dikancah nasional asalkan diasah oleh pelatih yang handal. Demikian menurut pengamat tenis August Ferry Raturandang yang  aktip galakkan tenis didaerah daerah.
Ketika ditanyakan kepada August Ferry Raturandang yang dikenal sebagai AFR, kenapa sampai adakan turnamen di Jayapura, disampaikan pula karena AFR penasaran juga melihat belum bangkitnya tenis diujung Timur Indonesia. "Saya sudah amati beberapa tahun terakhir disetiap turnamen nasional, ada beberapa atlet asal Papua muncul ikut serta. Ini berarti Papua ada petenis yuniornya. Dan terbukti benar dugaan saya ini." ujarnya di lapangan tenis Balaikota Jayapura.
Setelah Papua, ditahun 2014 AFR masih mau mencoba ke Maluku karena Maluku sendiri belum muncul kegiatannya. Lapangan tenis di Ambon ada dan peenisnya juga ada, tapi kegiatannya belum ada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar