Minggu, 12 Mei 2013

Konsep RemajaTenis perlu dikenal

RemajaTenis, 12 Mei 2013. Belum banyak masyarakat tenis mengetahui konsep RemajaTenis dikeluarkan oleh August Ferry Raturandang sewaktu masih menjabat Wakil Sekjen PP Pelti ( 2007-2012 ). Disebutkan bahwa konsep RemajaTenis ini memberikan kesempatan atlet bertanding sebanyak mungkin artinya minimal 2 kali bertanding. Sehingga bagi yang sudah kalah dibabak pertama maka diberi kesempatan bertanding di babak konsolasi dimana akan bertanding bagi yang kalah sampai mendapatkan juara consolation.Karena konsep turnamen hanya 3 hari
maka tidak mungkin dilakukan pula event ganda putra ataupun putri. Karena peraturan telah dibuat PB Pelti dalam ketentuan TDP bahwa dalam sehari setiap atlet bertanding maksimal 2 kali saja, sehingga tidak mungkin diadakan event Ganda. Disamping itu perlu diketahui banyak masalah didalam pelaksanaan turnamen nasional yunior di Indonesia. Berbeda dengan turnamen internasional yang hanya mempertandingkan tunggal dan ganda putra dan putri. Artinya hanya 4 event atau jenis pertandingan. Disebutkan pula oleh Rahayu MH selaku koordinator RemajaTenis, bahwa selama ini kendala yang paling besar adalah masalah minimnya sponsor. Jika ada sponsor maka pelaksana turnamen tidak mempunya masalah. Begitu pula status peserta juga sering tidak jelas. Belum ada panpel yang memberitahukan kepada peserta apakah pendaftarannya sudah diterima Panpel. Sehingga bisa membingungkan peserta apalagi yang domisili jauh luar pulau.Begitu pula peserta diminta datang lebih awal untuk sign-in tetapi ada yang baru dapat giliran bertanding bisa dua-tiga hari menunggu. Sebagai contoh baru baru ini TDP Nasioal yunior di Makassar dimana mempertandingkan kelompok 12 , 14 dan 16 tahun. Peserta baru tahu kelompok 12 tahun baru dimainakan pada hari keempat, setelah tiba ditempat. Ini sangat memberatkan peserta keluarkan beaya beberapa hari untuk akomodasinya. Belum lagi masalah bolos sekolah. Jika ikut turnamen dihari libur sekolah masalah ini tidak ada, tetapi jika bukan liburan sekolah maka akan muncullah masalah bolos sekolah terlalu banyak. Oleh Rahayu dikatakan semua problema didalam turnamen nasional yunior bisa diatasi dengan konsep RemajaTenis. Di Surabaya, ada permintaan agar menggunakan tenaga Ballboys. Oleh Rahayu katakan, petenis kita terlalu manja. Coba ikut turnamen diluar negeri, semua tanpa ballboys dan wasit. Ini biar bisa mandiri. Main tenis harus keluar tenaga umtuk latihannya sehingga wajib pungut bola sendiri. Coba lihat waktu latihan oleh pelatih semua bola harus dipungut sendiri. Begitulah agar masyarakat teis bisa mengenal RemajaTenis sebagai solusi terhadap semua kendala
didalam pelaksanaan turnamen nasional yunior.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar