Rabu, 21 Desember 2011

Tanpa KTA Pelti tidak bisa ikut TDP Nasional

RemajaTenis, 21 Desember 2011. Beberapa langkah perubahan akan dilakukan oleh RemajaTenis dalam pelaksanaan kegiatan ditahun 2012. Hal ini dikemukakan oleh Rahayu MH setelah mendapatkan masukan dari penggagas RemajaTenis August Ferry Raturandang yang juga Wakil Sekjen PP Pelti.
"Kami akan membantu program PP Pelti mendatang sebagai pelaku tenis di Indonesia. Seperti tahun tahun sebelumnya RemajaTenis merasa terpanggil membantu menyemarakkan pertenisan nasional walaupun dalam perjalanannya banyak hambatan hambatan, yang untungnya bisa diatasi dengan baik. Perlu diketahui sampai saat ini Remaja Tenis sudah dilaksanakan sebanyak 18 turnamen. " ujarnya kepada RemajaTenis.
Sebagai contoh dikatakan, RemajaTenis banyak menjaring petenis dalam membuat Kartu Tanda Anggota (KTA) Pelti. Muncul pertanyaan bahkan sedikit protes dilontarkan oleh masyarakat tenis langsung ke PP Pelti akibat aturan yang dibuat RemajaTenis yaitu perbedaan entry fee bagi yang memiliki KTA dan yang belum punya KTA. "Tujuan kami ada perbedaan entry fee untuk memacu petenis memiliki KTA tersebut. Kami melihat ada petenis yang rajin ikut TDP tapi masih belum punya KTA Pelti. Tetapi hal ini disalah artikan seolah olah ada beaya pembuatan KTA Pelti." ujar Rahayu MH.

August Ferry Raturandang mengatakan kalau daftar nama pemilik KTA Pelti sudah bisa diakses ke situs PP Pelti sehingga tidak ada alasan lagi bagi petenis tidak mengetahui Nomor KTAnya. "Yang penting dicatat adalah Nomor KTAnya untuk mendaftarkan diri disetiap TDP Nasional." ujat AFR
Bagi Referee diwajibkan menyaring peserta TDP Nasional seperti layaknya di TDP Internasional setiap Referee selalu mencek Nomor IPIN peserta. Jika tidak punya maka akan ditolak ikut serta.

"Kami akan menerapkan ditahun 2012 aturan baru yaitu bagi yang tidak punya KTA Pelti tidak diperkenankan ikut serta RemajaTenis. Ini sesuai dengan Ketentuan TDP yang dikeluarkan PP Pelti. Kami harus beri contoh kepada petenis agar lebih tertib." ujar Rahayu MH kepada RemajaTenis. Dan bagi Referee yang tidak ikut aturan ini akan kena sangsi. "Ini namanya pembelajaran bagi semua pihak yaitu peserta maupun Referee. Bagi yang mempunyai KTA Pelti akan diumumkan disitus ini sebagai peserta. Bagi yang belum punya tidak akan dipublikasikan namanya karena status belum terdaftar."

Selama tahun 2011, sering terjadi peserta ikut mengisi formulir KTA tetapi tidak dilengkapi dengan fotocopy akte kelahiran maupun pasfoto, sehingga sudah merasa mendaftar KTA tapi tidak memenuhi syarat. dan oleh PP Pelti tidak diproses, akibatnya tidak keluar KTAnya.
"Walaupun sudah datang jauh jauh karena tidak melengkapi persyaratan TDP maka tidak diperkenankan ikut TDP Nasional RemajaTenis. Hal ini harus dilakukan pelaksana RemajaTenis."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar