Rabu, 30 Januari 2013

RemajaTenis harus jalan terus ,Pelti mendukung

RemajaTenis. 30 Januari 2013. Setelah mendapatkan penjelasan langsung oleh penggagas RemajaTenis didepan pengurus teras PP Pelti tanggal 29 Januari 2013 disekretariat PP Pelti Senayan, oleh Ketua Umum PP Pelti Maman Wirjawan sampaikan kalau turnamen nasional RemajaTenis tetap harus berjalan terus karena ini program sangat membantu Pelti sendiri. Undangan pertemuan ini disampaikan langsung kepada August Ferry Raturandang setelah RemajaTenis kirim surat langsung ke Ketua Umum PP Pelti karena merasa ada indikasi RemajaTenis itu dipersulit oleh Pelti sendiri. Sebenarnya Ketua Umum sendiri sudah mengakui keberadaan RemajaTenis tetapi munculnya pro kontra didalam pengurus Pelti membuat ada keinginan masalah ini di selesaikan dengan baik. Dalam paparan AFR didepan Wailan Walalangi selaku Kabid Binpres, Johannes Susanto, Wakil Sekjen Djoko, Aji Sutarno dan Ketua Umum PP Pelti sendiri, langsung dipaparkan apa itu RemajaTenis kemudian alasan munculnya ide RemajaTenis dan kapan waktunya dan dimana maupun bagaimana caranya. Oleh AFR disampaikan kalau konsep RemajaTenis itu adalah konsep turnamen yunior yang efisien dan efektip. Masalah kenapa sampai munculnya RemajaTenis, diceritakan oleh AFR pengalamannya mengamati turnamen sejak tahun 1997 sampai saat ini banyak problem muncul tetapi tidak ada solusinya. "Ini tugas Pelti selaku induk organisasi mengatasinya." Maka semua keluhan berdasarkan masukan dari orangtua maupun pengalaman saya  mempunyai anak yang ikut turnamen yunior, maka saya mencari solusinya selaku pembina. Solusinya di RemajaTenis jawabannya." ujar AFR yang memberitahukan tugas sebagai pembina tenisdan sekarang sebagai mitra Pelti sendiri melalui RemajaTenis.
Walaupun sempat terjadi adu argumentasi dengan Wailan dan Johannes Susanto yang begitu gencar tetapi semua bisa dijawab dengan baik oleh AFR. " Kita sekarang harus melihat kedepan, bukan yang lalu, sebagai tugas Anda semua." ujar AFR. Pesan terakhir dari AFR sebelum ditutup pertemuan oleh Ketua Umum PP Pelti adalah keprihatinannya terhadap RemajaTenis di Solo akibat intervensi dari Jakarta. " Saya hanya ingatkan kepada teman teman Anda, karena saya tidak menuduh Anda. Yaitu jangan sekali kali memprovokasi rekan di daerah bahwa RemajaTenis itu bukan TDP Nasional Saya di Solo berbicara dengan rekan Pelti Solo yang mengakui kalau diberitahu kalau RemajaTenis bukan TDP sehingga diminta surat pengantar dari PP Pelti. Bukan SK Pelti. Yang lebih sadis adalah dikatakan RemajaTenis tahun 2013 akan dimatikan. Masukan dari orangtua peserta asal Semarang diminta oleh rekan di Semarang untuk tidak ikuti RemajaTenis Solo, karena bukan TDP " ujar AFR 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar