Jakarta, 14 Juli 2019 . Jadi turnamen Thamrin Cup telah usai beberaoa hari lalu, dengan meninggalkan kisah sendiri yang bukan sejak prestasi oleh atlet sendiri tetapi meninggalakan bekas yang tidak tercoreng oleh pelaku pelaku tenis saat ini,
Apa jang terjadi karena babak final tercoreng mukanya oleh karena perilaku pelaku nya karena informasi yang diterima adalah kedua pemain tuan rumah meninggalkan babak final, Kok bisa terjadi, Siapakah dirugikan tentunya sponsor ? Disatu sisinya apa daya penonton ingin datang lihat menonton peristawa dibabak final tetapi apa daya ditiada kan, betapa keciwa para penintin saat itu begitu tahu kejadiannya,.
Disatu sisi Pelti sudah susah setengah mati selenggarakan PialaThamrin, disisi lainnya atlet tenis sangat memerlukan turnamen untuk mengejar prestasi nya.
Ternyata kedua petenis asal Jawa Timur sedang mengejar POR PROV, bukan mengejar turnamen individu, Tidak sportif juga diberikan oleh petinggi mementingkan kategori Porporv karena PovProv bisa menberikan bea siswa dengan mengabaikan unsur sportivitas.
Apa jang terjadi karena babak final tercoreng mukanya oleh karena perilaku pelaku nya karena informasi yang diterima adalah kedua pemain tuan rumah meninggalkan babak final, Kok bisa terjadi, Siapakah dirugikan tentunya sponsor ? Disatu sisinya apa daya penonton ingin datang lihat menonton peristawa dibabak final tetapi apa daya ditiada kan, betapa keciwa para penintin saat itu begitu tahu kejadiannya,.
Disatu sisi Pelti sudah susah setengah mati selenggarakan PialaThamrin, disisi lainnya atlet tenis sangat memerlukan turnamen untuk mengejar prestasi nya.
Ternyata kedua petenis asal Jawa Timur sedang mengejar POR PROV, bukan mengejar turnamen individu, Tidak sportif juga diberikan oleh petinggi mementingkan kategori Porporv karena PovProv bisa menberikan bea siswa dengan mengabaikan unsur sportivitas.











