RemajaTenis,8 Maret 2010. RemajaTenis kecolongan dengan munculnya tidak sportip pesertanya. Hal ini dikemukakan oleh August Ferry Raturandang setelah memeriksa fotocopy Akte Kelahirannya yang ada kejanggalan. Atlet DKI Jakarta itu lupa jika telah memiliki Kartu Tanda Anggota Pelti yang jelas kelahiran Tahun 1995 dimana fotocopy yang diajukan lagi tahun 1996 dimana angka enamnya jelas jelas hasil mesin tik yang berbeda.
August Ferry Raturandang akan segera laporkan ke PP Pelti utnuk ditindak lanjuti dimana atlet tersebut akan duikenakan skorsing tidak boleh ikuti TDP baik kelompok yunior maupun kelompok umum selama minimal 1 tahun.
Perbuatan tidak sportif dengan memalsukan Akte Kelahirannya merupakan perbuatan tercela yang selama ini dilakukan oleh atlet atau orangtua maupun pelatihnya. Indikasi ini sudah lama tercium dimana sudah tercatat melebihi 30 atlet tercemar namanya akibat ulah tersebut. Diawal tahun 2010 telah ditemukan atlet asal Kudus dan kena skorsing selama satu tahun. Diawal Maret 2010 ini diketemukan atlet DKI yaiti Samsul Hadi, atlet domisili Jakarta Timur.
"Saya yakin masih banya lagi perbuatan seperti ini." ujarnya
Senin, 08 Maret 2010
Pelti NTB akan adakan coaching clinic di Sumbawa
RemajaTenis, 8 Maret 2010. Pengprov Pelti akan adakan coaching clinic bagi petenis maupun pelatih NTB yang dipersiapkan menghadapi PON XVIII tahun 2010 di Riau. Hal ini dikatakan oleh Andy Hadianto Ketua Pengprov Pelti NTB kepada RemajaTenis. Selanjutnya dikatakan selama pelaksanaan RemajaTenis Sumbawa Bersaing tanggal 2-4 April 2010, Pengprov Pelti NTB bersama pelatih nasional yang didatangkan dari Jakarta untuk lakukan talent scouting sebagai langkah persiapan tim bayangan PON NTB, dan akan dilaksanakan setelah TDP Nasional Yunior Remaja Sumbawa Bersaing yaitu tanggal 5 April 2010. "Kami harapkan pelatih nasional yang didatangkan dari Jakarta akan menseleksi petenis yang akan masuk tim bayangan PON NTB. Saya sudah bicarakan langsung dengan pelatuh tersebut di Jakarta." ujarnya. Tetapi Andy tidak mau menyebutkan nama dari pelatih yang akan didatangkan ke Sumbawa Besar.
Ini cara terbaik akan dilakukan oleh Pengprov Pelti NTB memanfaatkan peluang yang ada setelah ada keputusan pembatasan usia atlet tenis di PON XVIII 2012 di Riau. Kalau tidak dilakukan sekarang kemungkinan daerah berkembang menjadi kecil.
Masalah pembinaan atlet daerah merupakan prioritas pertama yang harus dilakukan Pelti Provinsi sehingga pertenisan didaerah bisa berkembang dengan baik. Hal ini jika disadari penuh oleh Pelti didaerah daerah maka dimasa mendatang pertenisan Indonesia bisa terangkat dengan baik. Saat ini masih ada kepincangan terhadap kualitas petenis dimana lebih terfokus di Jawa.
Ini cara terbaik akan dilakukan oleh Pengprov Pelti NTB memanfaatkan peluang yang ada setelah ada keputusan pembatasan usia atlet tenis di PON XVIII 2012 di Riau. Kalau tidak dilakukan sekarang kemungkinan daerah berkembang menjadi kecil.
Masalah pembinaan atlet daerah merupakan prioritas pertama yang harus dilakukan Pelti Provinsi sehingga pertenisan didaerah bisa berkembang dengan baik. Hal ini jika disadari penuh oleh Pelti didaerah daerah maka dimasa mendatang pertenisan Indonesia bisa terangkat dengan baik. Saat ini masih ada kepincangan terhadap kualitas petenis dimana lebih terfokus di Jawa.
Aldila,Nadya,Dina dan Sisca Belum Terkalahkan

RemajaTenis, 8 Maret 2010. Aldila, Dina, Nadya dan Sisca Budi belum terkalahkan dihari pertama Seleksi Nasional KU 16 tahun putri yang berlangsung hari ini di Pusat Tenis Kemayoran Jakarta. Aldila yang bertanding di center court alami kesulitan dipertandingan pertama menghadapi Vita Taher dari Bekasi. Set pertama Aldila sempat kalah 57, tetapi diset kedua mulai menemukan permainnya sehingga berhasil menang 62. Diset ketiga terlihat Aldila yang disaksikan kedua orangtuanya Indriatno Sutjiadi bersama pelatih Ayi Sutarno, tidak memberikan kesempatan bagi Vita berkembang, dan akhirnya Vita hanya mendapatkan 2 games saja, 6-2 untuk Aldila.
Dina Karina juga alami kesulitan diset pertama dari petenis asal Cianjur tria Rizki Amalia. Dengan disaksikan kedua ibunya dan pelatih masing masing hadir, set pertama Tria berhasil mengendalikan permainan Dina dan menang 64. Set kedua angka berbalik untuk Dina 63. Diset penentuan Tria unggul 4-0 kemudian games kelima saat Tria pegang servis tidak menghasilkan angka ketinggalan 0-40 dan akhirnya games kelima untuk Dina. Angkapun mulai bergerak menjadi 4-2 untuk tria Rizki Amalia. Mulai games ketujuh, Dina pegang kendali angkapun berubah 5-3. Saat Tria pegang servis sgames kesembilan sempat match point 40-30 tetapi tidak bisa selesaikan pertandingannya dan angka berubah menjadi 5-4. Setelah itu permainan Tria mulai melorot dan set ketiga menjadi milik Dina Karina asal DKI jakarta 75.
Nadya Syarifah yang baru kembali dari Bangladesh turun pertama melawan rekannya sendiri Efrilya Herlina terjadi pertandingan cukup alot dalam 3 set untuk Nadya 64 46 63. Begitu juga Sisca Budi asal Blitar menang dari Prima Lestari PNP-1 63 61.
Andalan DKI Vanessa Gunawan tak berkutik lawan petenis Bali Anastasia Jeany 36 26.
Pertandingan kedua dimainkan pukul 13.30, Aldila berhasil mengalahkan Prima Lestari 63 63. Dina Karina menang mudah dari Vanessa Gunawan 62 61.Siska mengalahkan Vita Taher 36 63 61. Nadya Syarifah mengalahkan Anastasia jeany 61 62. Efrilia Herlina mengalahkan Tria Rizki Amalia 60 62.
Besok (9 Maret) dipertandingkan antara Aldila Sutjiadi melawan Vanessa Gunawan, Dina Karina ketemu Anastasia Jeany, Prima Lestari ketemu Efrilia Herlina, Vita Taher ketemu Tria Rizki Amalia dan nadya Syarifah ketemu Sisca Budi.
Minggu, 07 Maret 2010
Seleknas yunior 16 tahun dimulai

Remajatenis, 8 Maret 2010. Seleksi Nasional (Seleknas) yunior kelompok 16 tahun putri hari ini dimulai di lapangan tenis Kemayoran Jakarta. Sepuluh petenis putri berasal dari Cianjur, Grobogan (Jateng), Bali, Blitar, Trenggalek, Bekasi dan DKI Jakarta.
Kesepuluh petenis tersebut adalah Prima Lestari (Grobogan), Sisca Budi M (Blitar), Anastasia Jeany (Bali), Vita Taher (Bekasi), Tria Rizki Amalia (Cianjur), Nadya Syarifah (Cianjur), Efrilya Herlina (Trenggalek), Vanessa Gunawan (DKI), Dina Karina (DKI) dan Aldila Sutjiadi.
Menurut Christian Budiman didampingi Referee Slamet Widodo, turnaen akan berlangsung setengah kompetisi dimana setiap peserta akan saling bertemu sehingga didapatkan hasil akhir dari keseluruhan pertandingan.
Oleh Referee dimainkan pertama hari ini adalah Aldila Sutjiadi ketemu Vita Taher , Dina Karina ketemu Tria Rizki Amalia, Vanessa Gunawan ketemu Anastasia Jeany, Prima Lestari ketemu Sisca Budi dan Nadia Syarifah ketemu Efrilia Herli pukul 08.00 sampai selesai di lapangan tenis Kemayoran.
Seleksi nasional dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Pembinaan Yunior Christian Budiman tepat pukul 08.00. " Kami harapkan setiap pemain bertanding dengan serius dan sportip. Selesaikan seluruh pertandingan dengan baik." ujar Christian Budiman.
Jumat, 05 Maret 2010
RemajaTenis di Bulan Maret diundur ke April 2010
RemajaTenis, 5 Maret 2010. Peningkatan kegiatan turnamen tenis merupakan suatu kebutuhan sangat penting bagi atlet tenis di Indonesia. Hal ini disadari oleh RemajaTenis yang mulai aktip merambak kedaerah daerah dengan tujuan agar pertenisan daerah bisa ditingkatkan dengan cepat. Menghadapi momen PON XVIII yang sudah mencanangkan pembatasan usia peserta maksimal kelahiran 1991 memberikan peluang bagi atlet atlet tenis didaerah mengikuti ajang akbar nasional yang selama ini tidak pernah dinikmatinya.
Lucky Mosal menyampaikan kepada RemajaTenis, keinginan masyarakat tenis didaerah disampaikan langsung kepadanya, agar ada perputaran turnamen dari satu kota kekota lainnya sehingga semua kota bisa merasakan keberadaan Turnamen nasional. Menanggapi hal ini RemajaTenis bersedia berputar dikota kota lainnya, hanya yang jadi masalah adalah pengadaan lapangan tenis sebagai tempat pertandingan itu yang sangat diperlukan. Tetapi tidak tertutup kemungkinan RemajaTenis akan muncul langsung diibukota Kabupaten, sebagai contoh kota Wonogiri juga ada keinginan dari masyarakat tenis Wonogiri agar RemajaTenis bisa digelar di Wonogiri. Bahkan kota Klaten pun sudah menyampaikan keinginan yang sama.
Sebenarnya sewaktu dilemparkannya rencana memasuki kota Solo, dipandang sebelah mata oleh salah satu pelaku tenis kota Solo, karena kuatir berbenturan dengan jadwal ujian sekolah. Hal ini disampaikan langsung kepada pemekarsa RemajaTenis August Ferry Raturandang. Tetapi oleh Raturandang dengan niat kuat dan tekad tinggi sehingga kekuatiran seperti itu bisa diterjangnya. Dan terbukti peminat petenis dari Jawa Tengah cukup besar. " Bagi yang mau ujian tidak usah dipaksakan ikut turnamen. Karena turnamen disediakan bagi yang ada waktu" . Prinsip RemajaTenis adalah jumlah peserta tidak perlu membludak, karena lebih penting rutinitas sehingga petenis bisa mengatur jadwalnya dengan baik. Bukan waktunya lagi mengharapkan peserta membludak, karena membuat penyelenggara repot sendiri. Diakuinya pula banyak penyelenggara tidak puas kalau pesertanya tidak membludak.
Bukan hanya Jawa Tengah saja ada kekuatiran masalah berbenturan dengan jadwal sekolah. Hal yang sama juga sewaktu dilontarkan oleh AF Raturandang kepada pelaku pelaku tenis didaerah lainnya, mayoritas kuatir dengan jadwal ujian sekolah. Sehingga RemajaTenis hanya dijalankan bagi pelaku tenis yang menghendakinya.
Jadwal RemajaTenis bulan Maret yang sudah dijadwalkan tanggal 14-16 Maret 2010 di Surabaya, Sukoharjo dan Jakarta, terpaksa diundurkan karena Sukoharjo dan Surabaya belum siap, sedangkan Jakarta ikut mengalah karena ada permintaan dari rekan di FIKS Bandung yang juga ada kegiatan Persami FIKS. "Saya menghormati permintaan masyarakat tenis. Saya sudah biasa mengalah, beri kesempatan untuk pelaku pelaku tenis yang berkeinginan selenggarakan turnamen tenis." ujar Raturandang.
Diawal April 2010, RemajaTenis akan diselenggarakan di Sumbawa Besar (Nusa Tenggara Barat), Solo dan Jakarta tepatnya tanggal 2-4 April 2010. Kesempatan bagi atlet luar kota Jakarta ikuti di Jakarta, karena keikut sertaannya bisa dilanjutkan ke TDP Nasional Junior Maesa Paskah yang dijadwalkan tanggal 5 - 11 Maret 2010 di lapangan tenis Rasuna Jakarta. Sedangkan RemajaTenis dilaksanakan di GOR Rawamangun Jakarta Timur. Untuk Solo tempat pertandingan tetap di GOR Manahan.
Menurut Albert Ferdinand (Dino) Raturandang, pendaftaran sudah dibuka dengan cara kirimkan fax ke PP Pelti 021 5700157 atau email ke remajatenis@yahoo.com, dan sudah ada peserta yang mendaftar.
Oleh AF Raturandang disampaikan pula kota Bandar Lampung berkeinginan sebagai tuan rumah RemajaTenis yang dijadwalkan tanggal 30 April-2 Mei 2010 bertempat di lapangan tenis Villa CITRA, Bandar Lampung.
Lucky Mosal menyampaikan kepada RemajaTenis, keinginan masyarakat tenis didaerah disampaikan langsung kepadanya, agar ada perputaran turnamen dari satu kota kekota lainnya sehingga semua kota bisa merasakan keberadaan Turnamen nasional. Menanggapi hal ini RemajaTenis bersedia berputar dikota kota lainnya, hanya yang jadi masalah adalah pengadaan lapangan tenis sebagai tempat pertandingan itu yang sangat diperlukan. Tetapi tidak tertutup kemungkinan RemajaTenis akan muncul langsung diibukota Kabupaten, sebagai contoh kota Wonogiri juga ada keinginan dari masyarakat tenis Wonogiri agar RemajaTenis bisa digelar di Wonogiri. Bahkan kota Klaten pun sudah menyampaikan keinginan yang sama.
Sebenarnya sewaktu dilemparkannya rencana memasuki kota Solo, dipandang sebelah mata oleh salah satu pelaku tenis kota Solo, karena kuatir berbenturan dengan jadwal ujian sekolah. Hal ini disampaikan langsung kepada pemekarsa RemajaTenis August Ferry Raturandang. Tetapi oleh Raturandang dengan niat kuat dan tekad tinggi sehingga kekuatiran seperti itu bisa diterjangnya. Dan terbukti peminat petenis dari Jawa Tengah cukup besar. " Bagi yang mau ujian tidak usah dipaksakan ikut turnamen. Karena turnamen disediakan bagi yang ada waktu" . Prinsip RemajaTenis adalah jumlah peserta tidak perlu membludak, karena lebih penting rutinitas sehingga petenis bisa mengatur jadwalnya dengan baik. Bukan waktunya lagi mengharapkan peserta membludak, karena membuat penyelenggara repot sendiri. Diakuinya pula banyak penyelenggara tidak puas kalau pesertanya tidak membludak.
Bukan hanya Jawa Tengah saja ada kekuatiran masalah berbenturan dengan jadwal sekolah. Hal yang sama juga sewaktu dilontarkan oleh AF Raturandang kepada pelaku pelaku tenis didaerah lainnya, mayoritas kuatir dengan jadwal ujian sekolah. Sehingga RemajaTenis hanya dijalankan bagi pelaku tenis yang menghendakinya.
Jadwal RemajaTenis bulan Maret yang sudah dijadwalkan tanggal 14-16 Maret 2010 di Surabaya, Sukoharjo dan Jakarta, terpaksa diundurkan karena Sukoharjo dan Surabaya belum siap, sedangkan Jakarta ikut mengalah karena ada permintaan dari rekan di FIKS Bandung yang juga ada kegiatan Persami FIKS. "Saya menghormati permintaan masyarakat tenis. Saya sudah biasa mengalah, beri kesempatan untuk pelaku pelaku tenis yang berkeinginan selenggarakan turnamen tenis." ujar Raturandang.
Diawal April 2010, RemajaTenis akan diselenggarakan di Sumbawa Besar (Nusa Tenggara Barat), Solo dan Jakarta tepatnya tanggal 2-4 April 2010. Kesempatan bagi atlet luar kota Jakarta ikuti di Jakarta, karena keikut sertaannya bisa dilanjutkan ke TDP Nasional Junior Maesa Paskah yang dijadwalkan tanggal 5 - 11 Maret 2010 di lapangan tenis Rasuna Jakarta. Sedangkan RemajaTenis dilaksanakan di GOR Rawamangun Jakarta Timur. Untuk Solo tempat pertandingan tetap di GOR Manahan.
Menurut Albert Ferdinand (Dino) Raturandang, pendaftaran sudah dibuka dengan cara kirimkan fax ke PP Pelti 021 5700157 atau email ke remajatenis@yahoo.com, dan sudah ada peserta yang mendaftar.
Oleh AF Raturandang disampaikan pula kota Bandar Lampung berkeinginan sebagai tuan rumah RemajaTenis yang dijadwalkan tanggal 30 April-2 Mei 2010 bertempat di lapangan tenis Villa CITRA, Bandar Lampung.
Kamis, 04 Maret 2010
Good Planning, Good Services dan Good Finishing
RemajaTenis, 4 Maret 2010. Good planning, good services dan good finishing, itulah kunci keberhasilan pelaksanaan RemajaTenis di Solo dan Palu. Jum at pagi sudah cukup banyak peserta yang menunggu di tribun komplek lapangan tenis Manahan Solo maupun di Palu. Beberapa peserta dan orang tua di Solo merupakan orang –orang yang selalu bisa, menghargai komitmen. “Saya mengikuti ini setelah tahu bahwa Mas Irsyad ikut kepanitian.”Hal ini disampaikan tatkala mereka sudah menyampaikan bahwa services yang bagus telah diberikan Pelaksana Turnamen ini pada waktu sebelumnya. Memang sebuah turnamen kebutuhan seorang atlet. Namun sebuah pelayanan yang memuaskan adalah kebutuhan orang tua maupun pengantar. Pada remaja tenis solo, membuat kejutan bagi pemerhati tenis di Solo. Betapa tidak, seorang Irsyad tidak dipercaya sebagai seorang pelaksana Turnamen. Letupan-letupan kecil terjadi di turnamen ini. Hal yang mudah dibikin sulit, yang sulit dibikin mudah. Pelayanan cukup baik dilakukan pelaksana di Solo maupun Palu. Kalau di Solo penyelenggara sediakan perumahan murah dirumah pecinta tenis, sedangkan di Palu disediakan kendaraan antar jemput peserta yang mayoritas datang dari luar kota Palu.
Klub asuhan pelatih Palu Abdul Radjab memberikan andil banyak sebagai wakil dari kota Palu, turun dengan 28 atlet yunior, belum lagi turunnya peserta dari Toli Toli (Sulteng), Palopo (Sulbar), Makassar, Donggala, Tondano (Sulut) danManado bersama sama rombongan datang dari Balikpapan.
Kalau di Solo tanpa acara pembukaan, tetapi di Palu dibuka oleh Gubernur Sulteng disaksikan oleh Muspida Sulawesi Tengah maupun kota Palu.
Menjadi unggulah pertama bagi Bagus Par-par 10 PA membuat dirinya menjadi sebuah tanggung jawab. Anak didikan Bantul Tennis Camp dibuat Afif Azhari unggulan 4 dari Klaten tak berdaya dengan skor 8-3 pada babak semifinal. Di tempat lainnya Iswandaru yang merupakan Juara di New Armada Magelang didikan Anto yang merupakan pelatih level 1 yang satu-satunya berasal dari Blora juga berhasil masuk ke babak semifinal dengan menaklukan Stevano Wirawan yang berasal dari Semarang 8-6. Di final Iswandaru kalah dari pesaing nya dengan skor 8-5
Di tempat putri Beatrice dari Pati menjadi unggulan 1 namun kalah dari Fauzia Azahro yang berasal dari Jember dengan skor 8-3.
Pada KU 12 PA merupakan peserta terbanyak.hal ini terbukti ada atlet yang berasal dari Aceh. Di bagian semi final Andro Dewantoro terpaksa takluk dari unggulan 1 dari Solo M Reza dengan skor 8-3. Abbiyyu masih unggul dari Sayed Wagiarsa dengan skor 8-3. Di bagian putri,final antara Hanna Levina dan Ayu sering terjadi di beberapa turnamen Ayu menang dengan skor 8-4
Pada KU 14 PA Burhanandra menjadi atlet tertangguh dari unggulan pertama, babak pertama sampai babak final yang mengalahkan Fuadi (6-2, 6-0) melalui semua dengan skor yang sangat jauh. Di bagian putri Gesti Pambayun (Boyolali) nmenjadi atlet terbaru dengan hasil sangat memuaskan telah mengalahkan Ana Kusuma dari Solo dengan skor 6-3 6-1. Di baggian final mempertemukan Deria Nurhaliza dengan Widha ramadha yang dimenangkan oleh Deria dengan skor 6-3 6-1.
Di KU 16 PA. Arief Wishnumurti yang merupakan atlet terbaru didikan Bandrio yang mempunyai tekat berlatih dari Wonogiri mengalahkn Faisal dengan skor 7-6(2) 6-4. Faisal sempat mengalahkan unggulan 1 Wachid dari Sragen. Di bagian putri Uun ina dari klaten menjadi peringkat
Beberapa kali Panitia daerah sempat dibikin takut karena hujan yang begitu deras jatuh di lapangan Manahan. Para orang tua sempat menanyakan kenapa tidak ada pawang hujan. Mempertanyakan masalah pawang hujan sebagaimana lazimnya masyarakat tenis lainnya, tetapi panitia serahkan semuanya kepada Maha Kuasa sehingga semua bisa berjalan dengan lancar.
Klub asuhan pelatih Palu Abdul Radjab memberikan andil banyak sebagai wakil dari kota Palu, turun dengan 28 atlet yunior, belum lagi turunnya peserta dari Toli Toli (Sulteng), Palopo (Sulbar), Makassar, Donggala, Tondano (Sulut) danManado bersama sama rombongan datang dari Balikpapan.
Kalau di Solo tanpa acara pembukaan, tetapi di Palu dibuka oleh Gubernur Sulteng disaksikan oleh Muspida Sulawesi Tengah maupun kota Palu.
Menjadi unggulah pertama bagi Bagus Par-par 10 PA membuat dirinya menjadi sebuah tanggung jawab. Anak didikan Bantul Tennis Camp dibuat Afif Azhari unggulan 4 dari Klaten tak berdaya dengan skor 8-3 pada babak semifinal. Di tempat lainnya Iswandaru yang merupakan Juara di New Armada Magelang didikan Anto yang merupakan pelatih level 1 yang satu-satunya berasal dari Blora juga berhasil masuk ke babak semifinal dengan menaklukan Stevano Wirawan yang berasal dari Semarang 8-6. Di final Iswandaru kalah dari pesaing nya dengan skor 8-5
Di tempat putri Beatrice dari Pati menjadi unggulan 1 namun kalah dari Fauzia Azahro yang berasal dari Jember dengan skor 8-3.
Pada KU 12 PA merupakan peserta terbanyak.hal ini terbukti ada atlet yang berasal dari Aceh. Di bagian semi final Andro Dewantoro terpaksa takluk dari unggulan 1 dari Solo M Reza dengan skor 8-3. Abbiyyu masih unggul dari Sayed Wagiarsa dengan skor 8-3. Di bagian putri,final antara Hanna Levina dan Ayu sering terjadi di beberapa turnamen Ayu menang dengan skor 8-4
Pada KU 14 PA Burhanandra menjadi atlet tertangguh dari unggulan pertama, babak pertama sampai babak final yang mengalahkan Fuadi (6-2, 6-0) melalui semua dengan skor yang sangat jauh. Di bagian putri Gesti Pambayun (Boyolali) nmenjadi atlet terbaru dengan hasil sangat memuaskan telah mengalahkan Ana Kusuma dari Solo dengan skor 6-3 6-1. Di baggian final mempertemukan Deria Nurhaliza dengan Widha ramadha yang dimenangkan oleh Deria dengan skor 6-3 6-1.
Di KU 16 PA. Arief Wishnumurti yang merupakan atlet terbaru didikan Bandrio yang mempunyai tekat berlatih dari Wonogiri mengalahkn Faisal dengan skor 7-6(2) 6-4. Faisal sempat mengalahkan unggulan 1 Wachid dari Sragen. Di bagian putri Uun ina dari klaten menjadi peringkat
Beberapa kali Panitia daerah sempat dibikin takut karena hujan yang begitu deras jatuh di lapangan Manahan. Para orang tua sempat menanyakan kenapa tidak ada pawang hujan. Mempertanyakan masalah pawang hujan sebagaimana lazimnya masyarakat tenis lainnya, tetapi panitia serahkan semuanya kepada Maha Kuasa sehingga semua bisa berjalan dengan lancar.
Rabu, 03 Maret 2010
Palu jadi tuan rumah POPDA Sulteng
RemajaTenis, 2 Maret 2010. Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Sulawesi Tengah akan menggelar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) pada tanggak 18-23 April 2010 di Palu Demikian menurut Ketua Panitia POPDA Sulteng, Husen Habibu di Palu. Diharapkan peserta POPDA berjumlah 599 pelajar yang akan meakili 10 kabupaten dan satu kota se Sulteng.
Cabang olahraga tenis termasuk bersama 4 cabang lainnya seperti bola voli, sepak bola, sepak takeaw dan bulutangkis.
Kegiatan POPDA ini sebagaj ajang seleksi atlet Sulteng sebelum mengikuti POPWIL di Ambon, Maluku.
Sedangkan POPWIL disiapkan menghadapi POPNAS di Pontianak Kalimantan Barat. Dan peserta POPDA akan diasramakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Palu. Demikian berita didapat dari kota Palu, Sulawesi Tengah
Cabang olahraga tenis termasuk bersama 4 cabang lainnya seperti bola voli, sepak bola, sepak takeaw dan bulutangkis.
Kegiatan POPDA ini sebagaj ajang seleksi atlet Sulteng sebelum mengikuti POPWIL di Ambon, Maluku.
Sedangkan POPWIL disiapkan menghadapi POPNAS di Pontianak Kalimantan Barat. Dan peserta POPDA akan diasramakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Palu. Demikian berita didapat dari kota Palu, Sulawesi Tengah
RemajaTenis SOLO : Petenis Tuan Rumah Gagal
RemajaTenis 2 Maret. Turnamen Nasional RemajaTenis Solo telah berlangsung dengan lancar di lapangan tenis GOR Manahan Solo pada tangal 26-28 Februari 2010 , diikutioleh 108 peserta berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I.Y, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Petenis tuan rumah gagal keluar sebagai juara RemajaTenis Solo, didominasi petenis luar kota Solo.
Tunggal putra 14 tahun keluar sebagai juara Burhannadra asal Bantul sebagai unggulan utama difinal mengalahkan Fuadi Raja Baja asal Ambarawa 62 60, sedangkan semifinalis adalah Alim Bagus P asal Kudus dan Topan Pamungkas asal Wonogiri. Keluar sebagai juara consolation adalag Zharfan Zu taris asal Magelang. Untuk putri 14 tahun, keluar sebagai juara Deria Nur Halisa asal Grobogan yang di final mengalahkan Widha Rahmada asal Pati 63 61. Sebagai semifinalis Gesti asal Boyolali dan Hanifah Nur Hasanah asal Bantul. Keluar sebagai juara consolation adalah Anna Kusuma asal Solo.
Untuk 16 tahun putra keluar sebagai juara Arief Wisnumurti asal Wonogiri , runner up Faisal Yoga (Nganjuk) , semifinalis Amir Irianto asal Surabaya dan Wachid Abdu (Sragen). Untuk putri 16 tahun yang diikuti hanya 4 petenis, Uun Ina P keluar sebagai pemenang pertama diikuti oleh Mutiara Nur Fatimah , kemudian diikuti oleh Desi Ryansasri asal Pati. Untuk KU 18 tahun putra sebagai peringkat pertama adalah Deni Angga K , kedua Wiku Pandu P dan ketiga Faisal Irianto asal Surabaya.
Tunggal putra KU 10 tahun, keluar sebagai juara Afif Azhari (Klaten) yang di final mengalahkan Iswandaru asal Blora 98(5), disemifinal Afif menumbangkan unggulan utama Bagus Par Par asal Bantul 83, sedangkan Iswandaru mengalahkan Strevano Wirawan asal Semarang 86. Juara consolation adalah Nanda Rifan asal magelang. Kelompok putra 10 tahun merupakan peserta terbanyak dibandingkan kelompok lainnya, tetapi putri 10 tahun sangat minim ada 6 peserta dan keluar sebagai juara adalah petenis asal Bandung Fauzia Azzahro yang mengalahkan Beatrice Candra asal Pati 83. Disemifinal Fauzia mengalahkan Ocha Izdinar (Wonogiri) 80 . Sebagai juara consolation adalah Camelia Rifan asal Bandung.
Untuk putra 12 tahun difinal Abbiyu Amajida asal DIY mengalahkan M.Reza Prihatna asal Solo 81, disemifinal Abbiyu mengalahkan Sayed Wagiarsa asal Surakarta 83 sedangkan M.Reza P mengalahkan Andro Dewantara asal Tegal 81. Keluar sebagai juara consolation adalah Ifan Dwi Candra asal Magelang. Petenis asal DIY, Ayu Maharani G berhasil keluar sebagai juara putrid 12 tahun setelah difinal mengalahkan Hanna Levina asal Kudus 84. DisemifinalHanna mengalahkan Adelia Rinenda asal Solo 83, sedangkan Ayu mengalahkan Shamira Azzahra (DKI) 82.. Keluar sebagai juara consolation adalah Fransisca Dwi M (Solo).
Pemenang langsung diberikan hadiah berupa piala dan piagam, tetapi untuk pertama kali RemajaTenis memberikan hadiah berupa tas kepada khusus para Juara saja, sedangkan runner up dan semifinalis tidak diberikan.
Animo peserta RemajaTenis di Jawa Tengah termasuk cukup besar sehingga sebaiknya bisa dilaksanakan setiap bulannya bersama sama kota Jogjakarta. Demikian menurut Irsyad Eko Nuranto selaku Direktur Turnamen RemajaTenis Solo. “Sebenarnya Sukoharjo berminat sebagai tuan rumah RemajaTenis.” ujarnya
Tunggal putra 14 tahun keluar sebagai juara Burhannadra asal Bantul sebagai unggulan utama difinal mengalahkan Fuadi Raja Baja asal Ambarawa 62 60, sedangkan semifinalis adalah Alim Bagus P asal Kudus dan Topan Pamungkas asal Wonogiri. Keluar sebagai juara consolation adalag Zharfan Zu taris asal Magelang. Untuk putri 14 tahun, keluar sebagai juara Deria Nur Halisa asal Grobogan yang di final mengalahkan Widha Rahmada asal Pati 63 61. Sebagai semifinalis Gesti asal Boyolali dan Hanifah Nur Hasanah asal Bantul. Keluar sebagai juara consolation adalah Anna Kusuma asal Solo.
Untuk 16 tahun putra keluar sebagai juara Arief Wisnumurti asal Wonogiri , runner up Faisal Yoga (Nganjuk) , semifinalis Amir Irianto asal Surabaya dan Wachid Abdu (Sragen). Untuk putri 16 tahun yang diikuti hanya 4 petenis, Uun Ina P keluar sebagai pemenang pertama diikuti oleh Mutiara Nur Fatimah , kemudian diikuti oleh Desi Ryansasri asal Pati. Untuk KU 18 tahun putra sebagai peringkat pertama adalah Deni Angga K , kedua Wiku Pandu P dan ketiga Faisal Irianto asal Surabaya.
Tunggal putra KU 10 tahun, keluar sebagai juara Afif Azhari (Klaten) yang di final mengalahkan Iswandaru asal Blora 98(5), disemifinal Afif menumbangkan unggulan utama Bagus Par Par asal Bantul 83, sedangkan Iswandaru mengalahkan Strevano Wirawan asal Semarang 86. Juara consolation adalah Nanda Rifan asal magelang. Kelompok putra 10 tahun merupakan peserta terbanyak dibandingkan kelompok lainnya, tetapi putri 10 tahun sangat minim ada 6 peserta dan keluar sebagai juara adalah petenis asal Bandung Fauzia Azzahro yang mengalahkan Beatrice Candra asal Pati 83. Disemifinal Fauzia mengalahkan Ocha Izdinar (Wonogiri) 80 . Sebagai juara consolation adalah Camelia Rifan asal Bandung.
Untuk putra 12 tahun difinal Abbiyu Amajida asal DIY mengalahkan M.Reza Prihatna asal Solo 81, disemifinal Abbiyu mengalahkan Sayed Wagiarsa asal Surakarta 83 sedangkan M.Reza P mengalahkan Andro Dewantara asal Tegal 81. Keluar sebagai juara consolation adalah Ifan Dwi Candra asal Magelang. Petenis asal DIY, Ayu Maharani G berhasil keluar sebagai juara putrid 12 tahun setelah difinal mengalahkan Hanna Levina asal Kudus 84. DisemifinalHanna mengalahkan Adelia Rinenda asal Solo 83, sedangkan Ayu mengalahkan Shamira Azzahra (DKI) 82.. Keluar sebagai juara consolation adalah Fransisca Dwi M (Solo).
Pemenang langsung diberikan hadiah berupa piala dan piagam, tetapi untuk pertama kali RemajaTenis memberikan hadiah berupa tas kepada khusus para Juara saja, sedangkan runner up dan semifinalis tidak diberikan.
Animo peserta RemajaTenis di Jawa Tengah termasuk cukup besar sehingga sebaiknya bisa dilaksanakan setiap bulannya bersama sama kota Jogjakarta. Demikian menurut Irsyad Eko Nuranto selaku Direktur Turnamen RemajaTenis Solo. “Sebenarnya Sukoharjo berminat sebagai tuan rumah RemajaTenis.” ujarnya
Selasa, 02 Maret 2010
RemajaTenis di Jakarta diundurkan
RemajaTenis, 1 Maret 2010. Permintaan dari rekan pelatih Meiske Handayani Wiguna agar RemajaTenis yang di Jakarta diundurkan waktunya karena bersamaan dengan rencana FIKS menggelar Persami FIKS-Oneject pada tanggal 14 Maret 2010. Hal ini disampaikan langsung ke August Ferry Raturandang selaku pemekarsa RemajaTenis agar rencana pelaksanaan RemajaTenis tanggal 14-16 Maret 2010 di Jakarta diundurkan. Keinginan ini ditampung dengan baik sehingga semua pihak bisa diuntungkan sehingga RemajaTenis tanggal 14-16 Maret 2010 di Jakarta diundurkan ke tanggal 2-4 April 2010.
Begitu juga persiapan RemajaTenis di Surabaya dan Sukoharjo yang semula dijadwalkan tanggal 14-16 Maret 2010 diundurkan juga.
Keinginan masyarakat tenis khususnya petenis yunior akan kegiatan turnamen sudah tidak bisa dibendung lagi melihat beberapa daerah bisa berjalan kegiatan TDP Nasional RemajaTenis. Setelah berhasil menggelar di Bandung ( 19-21 Februari 2010), Solo ( 26-28 Februari 2010) dan Palu (26-28 Februaru2010), menyusul kegiatan RemajaTenis di kota Sumbawa Besar (Nusa Tenggara Barat) pada tanggal 2-4 April 2010. Setelah itu datang permintaan dari Lampung yang menginginkan dilaksanakan tanggal 30 April - 2 Mei 2010, dan juga Banjarmasin sudah pasti tanggal 13-16 Mei 2010.
Datang juga permintaan pertilpon dari salah satu Kabupaten di Riau, yang menghendaki agar RemajaTenis bisa digelar di Riau. Albert Ferdinand Raturandang saat ini sibuk mengatur kegiatan RemajaTenis sesuai dengan permintaan daerah daerah tersebut. Yang menjadi masalah adalah lapangan dikota kota tersebut. Makin terpencarnya lapangan membuat makin banyak petugas yang dibutuhkan.
Selama ini lebih diutamakan ke kota yang mempunyai lapangan dalam satu lokasi. "Kami meminimalkan penggunaan lapangan dalam banyak lokasi." ujar Albert Ferdinand (Dino) Raturandang
Begitu juga persiapan RemajaTenis di Surabaya dan Sukoharjo yang semula dijadwalkan tanggal 14-16 Maret 2010 diundurkan juga.
Keinginan masyarakat tenis khususnya petenis yunior akan kegiatan turnamen sudah tidak bisa dibendung lagi melihat beberapa daerah bisa berjalan kegiatan TDP Nasional RemajaTenis. Setelah berhasil menggelar di Bandung ( 19-21 Februari 2010), Solo ( 26-28 Februari 2010) dan Palu (26-28 Februaru2010), menyusul kegiatan RemajaTenis di kota Sumbawa Besar (Nusa Tenggara Barat) pada tanggal 2-4 April 2010. Setelah itu datang permintaan dari Lampung yang menginginkan dilaksanakan tanggal 30 April - 2 Mei 2010, dan juga Banjarmasin sudah pasti tanggal 13-16 Mei 2010.
Datang juga permintaan pertilpon dari salah satu Kabupaten di Riau, yang menghendaki agar RemajaTenis bisa digelar di Riau. Albert Ferdinand Raturandang saat ini sibuk mengatur kegiatan RemajaTenis sesuai dengan permintaan daerah daerah tersebut. Yang menjadi masalah adalah lapangan dikota kota tersebut. Makin terpencarnya lapangan membuat makin banyak petugas yang dibutuhkan.
Selama ini lebih diutamakan ke kota yang mempunyai lapangan dalam satu lokasi. "Kami meminimalkan penggunaan lapangan dalam banyak lokasi." ujar Albert Ferdinand (Dino) Raturandang
Petenis Tuan Rumah Kuasai RemajaTenis Bandung
RemajaTenis, 1 Maret 2010. RemajaTenis Bandung diganggu oleh turunnya hujan sehingga penyelenggara berpindah ke lapangan indoor Siliwangi. Terdaftar 94 peserta berasal dari Jakarta dan Jawa Barat mulai dari KU 10 th, 12 th, 14 th, 16 th dan 18 tahun. Hanya disayangkan KU 18 tahun tidak ada peminatnya.
Petenis tuan rumah (Bandung) menguasai RemajaTenis Bandung yang berlangsung tanggal 5-7 Februari 2010 di lapangan tenis Taman Maluku dan Siliwangi Bandung. Petenis tuan rumah Kamila Abriana berhasil keluar sebagai juara tunggal putri KU 14 tahun setelah mengalahkan saudara kembarnya Kamili Abriani 64 46 (10-6) sedangkan semifinalis adalah Haruka Hirata(BDG) dan Fahira Ainunnisa (BDG).
Untuk KU 14 tahun putra keluar sebagai juara petenis asal Bogor Anggy Pradika dan runner up Bryan Husin (DKI) dan semifinalis Vincentius Feraldi (BDG) dan Priyank Smit (DKI). Untuk KU 16 tahun putrid, juara Dita Feriana Safitri (Karawang) dan runner up Rifanty Dwi Kahfiani (BDG) dan semifinalis Anna Mariam (BDG) dan Annisa Tulus W (BDG). Untuk putra 16 tahun, juara Tio Juliandi (BDG) sedangkan perebutan di semifinal antara Irfandi Hendrawan (DKI) dan Deggyandra Luhur (DKI) tidak dilaksanakan karena kedua petenis pulang ke Jakarta.
Untuk 12 tahun putra, juara Alif Nouval (BDG) sedangkan runner up C.Alvin Edison (BDG), dan semifinalis Thoriq Alviano (BDG) dan M.Viqri Ardiansyah (Karawang). Putri 12 tahun keluar sebagai juara petenis asal Karawang Irania Safira, runner up Shamira Azzahra (DKI), semifinalis Gusti Nur Amru (Depok) dan Ashley Supit (DKI). Tunggal putra 10 tahun, juara Samantha JK Nanere (BDG) dan runner up Jennifer Budiman (BDG), semifinalis Joleta Budiman (BDG) dan Safira Nadhila (Tangerang).
Tunggal putra 10 tahun, juara Fikri Luthfi (Karawang) , Runner Up Giorgio Soemarno (DKI), semifinalis Alvian Edgar Tjandra (Depok) dan Raffi Riftansyah (Karawang).
Keberhasilan petenis tuan rumah sudah sepatutnya bisa dipertahankan dimasa mendatang, karena materi petenis Bandung cukup banyak sehingga kesempatan berlaga dirumah sendiri sudah bisa dimanfaatkan dengan baik. Sukses pelaksanaan dan sukses prestasi juga diperlihatkan dalam pelaksanaan RemajaTenis Bandung. "Saya sudah lama ingin menggelar turnamen tenis di Bandung. Ada sarana, ada pemain tapi kurang event saja." ujar August Ferry Raturandang yang paling aktip melirik kota kota potensial diluar Jakarta.
Petenis tuan rumah (Bandung) menguasai RemajaTenis Bandung yang berlangsung tanggal 5-7 Februari 2010 di lapangan tenis Taman Maluku dan Siliwangi Bandung. Petenis tuan rumah Kamila Abriana berhasil keluar sebagai juara tunggal putri KU 14 tahun setelah mengalahkan saudara kembarnya Kamili Abriani 64 46 (10-6) sedangkan semifinalis adalah Haruka Hirata(BDG) dan Fahira Ainunnisa (BDG).
Untuk KU 14 tahun putra keluar sebagai juara petenis asal Bogor Anggy Pradika dan runner up Bryan Husin (DKI) dan semifinalis Vincentius Feraldi (BDG) dan Priyank Smit (DKI). Untuk KU 16 tahun putrid, juara Dita Feriana Safitri (Karawang) dan runner up Rifanty Dwi Kahfiani (BDG) dan semifinalis Anna Mariam (BDG) dan Annisa Tulus W (BDG). Untuk putra 16 tahun, juara Tio Juliandi (BDG) sedangkan perebutan di semifinal antara Irfandi Hendrawan (DKI) dan Deggyandra Luhur (DKI) tidak dilaksanakan karena kedua petenis pulang ke Jakarta.
Untuk 12 tahun putra, juara Alif Nouval (BDG) sedangkan runner up C.Alvin Edison (BDG), dan semifinalis Thoriq Alviano (BDG) dan M.Viqri Ardiansyah (Karawang). Putri 12 tahun keluar sebagai juara petenis asal Karawang Irania Safira, runner up Shamira Azzahra (DKI), semifinalis Gusti Nur Amru (Depok) dan Ashley Supit (DKI). Tunggal putra 10 tahun, juara Samantha JK Nanere (BDG) dan runner up Jennifer Budiman (BDG), semifinalis Joleta Budiman (BDG) dan Safira Nadhila (Tangerang).
Tunggal putra 10 tahun, juara Fikri Luthfi (Karawang) , Runner Up Giorgio Soemarno (DKI), semifinalis Alvian Edgar Tjandra (Depok) dan Raffi Riftansyah (Karawang).
Keberhasilan petenis tuan rumah sudah sepatutnya bisa dipertahankan dimasa mendatang, karena materi petenis Bandung cukup banyak sehingga kesempatan berlaga dirumah sendiri sudah bisa dimanfaatkan dengan baik. Sukses pelaksanaan dan sukses prestasi juga diperlihatkan dalam pelaksanaan RemajaTenis Bandung. "Saya sudah lama ingin menggelar turnamen tenis di Bandung. Ada sarana, ada pemain tapi kurang event saja." ujar August Ferry Raturandang yang paling aktip melirik kota kota potensial diluar Jakarta.
Senin, 01 Maret 2010
Pengkot Pelti Palu Ingin buat TDP Nasional
RemajaTenis 27 Februari 2010. Keberadaan TDP Nasional RemajaTenis Sulteng di lapangan tenis Pelti Sulteng, Palu membuat masyarakat tenis kota Palu menjadi bergairah kembali. Tanggapn positip datang dari Ketua Pengkot Pelti Palu Aminuddin Atjo menyampaikan keinginan diadakan TDP Nasional Yunior di Palu sebagai kelanjutan TDP Nasional RemajaTenis sehingga petenis khususnya dari kota Palu bisa meningkatkan prestasinya.
Keinginan ini langsung disampaikan kepada August Ferry Raturandang disela sela berlangsungnya turnamen nasional RemajaTenis Sulteng.
"Bukan masalah jika Pengkot Pelti Palu berkeinginan adakan TDP , kami siap membantunya." ujar AF Raturandang menampung keinginan masyarakat tenis Palu. Bukan hanya dari Palu, datang pula keinginan salah satu pembina tenis dari Toli Toli (Sulteng) Bambang disampaikan pula kepada AF Raturandang.
"Yang penting ada lapangan tenisnya, bisa disatu tempat. Jika sulit bisa juga dibeberapa tempat."
Beberapa orangtua yang mengantarkan anak anaknya sangat gembira dengan keberadaan TDP Nasional RemajaTenis di Palu, bahkan meminta kepada AF Raturandang agar dikota lainnya bisa digelar turnamen sejenis. " Insya Allah, bisa dilaksanakan di Manado, Makassar sehingga di Sulawesi bisa bertambah turnamen nasional yunior." ujar August Ferry Raturandang yang terlihat sangat akrab dengan orangtua peserta.
Terjadi kejadian dilapangan 5, pertandingan antara petenis Sulsel melawan tuan rumah. Karena tidak menggunakan wasit, ternyata ada kesalahan hitung dari kedua petenis. Akhirnya Referee Eko Supriatna asal Bandung turu tangan dan keputusannya tida diterima oleh pelatih Djabir dari Makassar. Bahkan mengancam menarik anaknya dari turnamen.
August Ferry Raturandang langsung memberikan nasehat kepada orangtua kedua pemain yang saling ngotot didepan Referee. "Yang mendukung prestasi anak adalah ORANGTUA itu so pasti harus diakui. Tetapi tanpa Anda sadari yang menjatuhkan prestasi anak itu juga Orangtua. Karena campur tangan orangtua didalam permainan anak itu bukannya mendukung pembinaannya tetapi justru menghancurkannya. Anak itu harus bisa mandiri. Sebagai contoh, kalau anak Anda kalah kemudian orangtua mengklaim kalau anaknya kalah karena wasit curang dan sebagainya. Itu Anda menutupi kelemahan Anak. Itu tidak benar. Biarkan mereka menikmati pertandingan tenis ini. Kalah menang adalah hal yang biasa, Saya jamin kalau Anda terlalu banyak ikut campur , putra Anda tidak bakalan juara. Biarkan mereka sendiri yang memutuskannya, bukan Orangtua." ujar August Ferry Raturandang . Selanjutnya Raturandang menasehati mereka agar orangtua mendukung dari belakang saja. Kalau kalah jangan memarahinya. Begitulah sekelumit kejadian diluar lapangan tenis Pelti Sulteng yang baru direnovasi berkat bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Keinginan ini langsung disampaikan kepada August Ferry Raturandang disela sela berlangsungnya turnamen nasional RemajaTenis Sulteng.
"Bukan masalah jika Pengkot Pelti Palu berkeinginan adakan TDP , kami siap membantunya." ujar AF Raturandang menampung keinginan masyarakat tenis Palu. Bukan hanya dari Palu, datang pula keinginan salah satu pembina tenis dari Toli Toli (Sulteng) Bambang disampaikan pula kepada AF Raturandang.
"Yang penting ada lapangan tenisnya, bisa disatu tempat. Jika sulit bisa juga dibeberapa tempat."
Beberapa orangtua yang mengantarkan anak anaknya sangat gembira dengan keberadaan TDP Nasional RemajaTenis di Palu, bahkan meminta kepada AF Raturandang agar dikota lainnya bisa digelar turnamen sejenis. " Insya Allah, bisa dilaksanakan di Manado, Makassar sehingga di Sulawesi bisa bertambah turnamen nasional yunior." ujar August Ferry Raturandang yang terlihat sangat akrab dengan orangtua peserta.
Terjadi kejadian dilapangan 5, pertandingan antara petenis Sulsel melawan tuan rumah. Karena tidak menggunakan wasit, ternyata ada kesalahan hitung dari kedua petenis. Akhirnya Referee Eko Supriatna asal Bandung turu tangan dan keputusannya tida diterima oleh pelatih Djabir dari Makassar. Bahkan mengancam menarik anaknya dari turnamen.
August Ferry Raturandang langsung memberikan nasehat kepada orangtua kedua pemain yang saling ngotot didepan Referee. "Yang mendukung prestasi anak adalah ORANGTUA itu so pasti harus diakui. Tetapi tanpa Anda sadari yang menjatuhkan prestasi anak itu juga Orangtua. Karena campur tangan orangtua didalam permainan anak itu bukannya mendukung pembinaannya tetapi justru menghancurkannya. Anak itu harus bisa mandiri. Sebagai contoh, kalau anak Anda kalah kemudian orangtua mengklaim kalau anaknya kalah karena wasit curang dan sebagainya. Itu Anda menutupi kelemahan Anak. Itu tidak benar. Biarkan mereka menikmati pertandingan tenis ini. Kalah menang adalah hal yang biasa, Saya jamin kalau Anda terlalu banyak ikut campur , putra Anda tidak bakalan juara. Biarkan mereka sendiri yang memutuskannya, bukan Orangtua." ujar August Ferry Raturandang . Selanjutnya Raturandang menasehati mereka agar orangtua mendukung dari belakang saja. Kalau kalah jangan memarahinya. Begitulah sekelumit kejadian diluar lapangan tenis Pelti Sulteng yang baru direnovasi berkat bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
108 Peserta RemajaTenis di Solo
RemajaTenis, 26 Februari 2010. Sebanyak 108 petenis yunior mulai dari kelompok umur 10 tahun sampai 18 tahun telah mengikuti Turnamen Nasional RemajaTenis yang digelar di lapangan tenis GOR Manahan, Surakarta. Demikian disampaikan oleh Direktur Turnamen Irsyad Eko Nuranto kepada RemajaTenis didampingi oleh Referee Dedy Adhi Nugroho. Peserta berasal dari berbagai kabupaten dan kotamadya di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta.
Melihat animo peserta cukup besar, sehingga salah satu kebutuha atlet tenis atas turnamen disambut gembira oleh para orangtua dan bahkan mengirimkan SMS langsung ke August Ferry Raturandang yang sedang berada di Palu. "Kami bangga RemajaTenis bisa berlangsung di Solo. Semoga gagasan ini berjalan terus, memberikan kesempatan atlet daerah bisa berprestasi." demikian salah satu komen diterima melalui SMS dari orangtua asal Magelang.
Penyelenggara memajang tas tas RemajaTenis ditempat pertandingan sehingga ada yang bertanya tanya apakah tas tersebut dijual. " Oh tidak, nanti kami akan buat kejutan dihari terakhir." ujar Direktur Turnamen Irsyad yang kelihatan super sibuk berkonsultasidengan ponselnya dengan pemekarsa RemajaTenis August Ferry Raturandang yang sedang berada di Palu
RemajaTenis menyediakan tas (backpack) untuk juara RemajaTenis. Yang dimaksud adalah Juara nya saja yang berhak mendapatkannya sebagai hadiah kebanggaan sebagai juara. Sedangkan Runner Up maupun Semifinalis maupun Juara Consolation tidak diberikan.
RemajaTenis menempatkan pada posisi yang benar terhadap istilah juara, karena selama ini sering keluar istilah juara 1 , juara 2, juara 3. "Sebenarnya juara itu hanya SATU, tidak ada juara dua. Kita harus menghormati juara sebenarnya hanya satu, sedangkan runner up ataupun semifinalis itu bukan juara, tetapi masih tertunda menjadi juara." ujar Lucky Mosal dari lapangan tenis GOR Manahan, Surakarta.
Melihat animo peserta cukup besar, sehingga salah satu kebutuha atlet tenis atas turnamen disambut gembira oleh para orangtua dan bahkan mengirimkan SMS langsung ke August Ferry Raturandang yang sedang berada di Palu. "Kami bangga RemajaTenis bisa berlangsung di Solo. Semoga gagasan ini berjalan terus, memberikan kesempatan atlet daerah bisa berprestasi." demikian salah satu komen diterima melalui SMS dari orangtua asal Magelang.
Penyelenggara memajang tas tas RemajaTenis ditempat pertandingan sehingga ada yang bertanya tanya apakah tas tersebut dijual. " Oh tidak, nanti kami akan buat kejutan dihari terakhir." ujar Direktur Turnamen Irsyad yang kelihatan super sibuk berkonsultasidengan ponselnya dengan pemekarsa RemajaTenis August Ferry Raturandang yang sedang berada di Palu
RemajaTenis menyediakan tas (backpack) untuk juara RemajaTenis. Yang dimaksud adalah Juara nya saja yang berhak mendapatkannya sebagai hadiah kebanggaan sebagai juara. Sedangkan Runner Up maupun Semifinalis maupun Juara Consolation tidak diberikan.
RemajaTenis menempatkan pada posisi yang benar terhadap istilah juara, karena selama ini sering keluar istilah juara 1 , juara 2, juara 3. "Sebenarnya juara itu hanya SATU, tidak ada juara dua. Kita harus menghormati juara sebenarnya hanya satu, sedangkan runner up ataupun semifinalis itu bukan juara, tetapi masih tertunda menjadi juara." ujar Lucky Mosal dari lapangan tenis GOR Manahan, Surakarta.
TDP Nasional RemajaTenis Dibuka oleh Gubernur Sulteng
RemajaTenis, 26 Februari 2010. Sejumlah 120 petenis yunior menjadi peserta TDP Nasional RemajaTenis dilapangan tenis Pelti Sulteng, Palu mulai Jumat (26/2) hingga Minggu (28/2). Para petenis ini berasal dari tujuh provinsi yaitu DKI Jakarta, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Kalimantan Timur. Demikian menurut August Ferry Raturandang Wakil Sekjen PP Pelti dalam laporannya kepada Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju sebelum membuka turnamen.
Disampaikan pula TDP Nasional RemajaTenis sekarang sedang berlangsung di Solo dan Palu untuk menampung keinginan petenis yunior didua belahan Barat dan Timur.
Gubernur Sulteng, HB Paliudju berharap turnamen yang diikuti petenis yunior ini dapat melahirkan petenis yang memiliki kualitas dunia. Sehingga bisa mewakili Indonesia pada ajang tenis internasional. Harapan itu, terlebih ia ungkapkan kepada atlet atlet tenis asal Sulawesi Tengah.
Ia menjelaskan, untuk mewujudkan petenis dunia, para petenis muda yang mengikuti turnamen semacam ini harus terus diberikan pembinaan secara rutin. Sehingga kemampuannya terus mengalami peningkatan.
"Kedepan, setelah turnamen ini, saya berharap akan banyak turnamen tenis tingkat nasional yang digelar di lapangan ini." kata HB Paliudju. Dikatakannya, pembangunan enam lapangan tenis berstandar nasional itu, merupakan apresiasi dari pemerintah provinsi setelah melihat animo masyarakat terhadap tenis yang semakin meningkat. Disamping membuka turnamen RemajaTenis, Gubernur HB Paliudju juga menanda tangani prasasti pengguanaan lapangan tenis Pelti didampingi oleh August Ferry Raturandang, Ketua Harian KONI Provinsi Sulteng, Ketua Pengprov Pelti Sulteng Anwar Ponulele.
Selaku Ketua Pengprov Pelti Sulteng, Anwar Ponulele mengatakan dengan adanya fasilitas enam lapangan yang berstandar nasional tersebut, Pelti Sulteng optimis akan sering meggelar turnamen tenis tingkat nasional. "Tidak hanya untyuk yunior melainkan pula untuk kalangan senior." ujarnya .
Setelah pembukaan dilaksanakan sesi foto bersama Gubernur Sulteng dengan peserta RemajaTenis Sulteng.
"Kami berterima kasih ke Pak Ferry Raturandang yang mau turun langsung ke Palu menggelar kegiatan TDP Nasional RemajaTenis." ujarnya langsung ke August Ferry Raturandang didampingi oleh Direktur Turnamen ReajaTenis Sulteng Jemmy Hosan.
Disampaikan pula TDP Nasional RemajaTenis sekarang sedang berlangsung di Solo dan Palu untuk menampung keinginan petenis yunior didua belahan Barat dan Timur.
Gubernur Sulteng, HB Paliudju berharap turnamen yang diikuti petenis yunior ini dapat melahirkan petenis yang memiliki kualitas dunia. Sehingga bisa mewakili Indonesia pada ajang tenis internasional. Harapan itu, terlebih ia ungkapkan kepada atlet atlet tenis asal Sulawesi Tengah.
Ia menjelaskan, untuk mewujudkan petenis dunia, para petenis muda yang mengikuti turnamen semacam ini harus terus diberikan pembinaan secara rutin. Sehingga kemampuannya terus mengalami peningkatan.
"Kedepan, setelah turnamen ini, saya berharap akan banyak turnamen tenis tingkat nasional yang digelar di lapangan ini." kata HB Paliudju. Dikatakannya, pembangunan enam lapangan tenis berstandar nasional itu, merupakan apresiasi dari pemerintah provinsi setelah melihat animo masyarakat terhadap tenis yang semakin meningkat. Disamping membuka turnamen RemajaTenis, Gubernur HB Paliudju juga menanda tangani prasasti pengguanaan lapangan tenis Pelti didampingi oleh August Ferry Raturandang, Ketua Harian KONI Provinsi Sulteng, Ketua Pengprov Pelti Sulteng Anwar Ponulele.
Selaku Ketua Pengprov Pelti Sulteng, Anwar Ponulele mengatakan dengan adanya fasilitas enam lapangan yang berstandar nasional tersebut, Pelti Sulteng optimis akan sering meggelar turnamen tenis tingkat nasional. "Tidak hanya untyuk yunior melainkan pula untuk kalangan senior." ujarnya .
Setelah pembukaan dilaksanakan sesi foto bersama Gubernur Sulteng dengan peserta RemajaTenis Sulteng.
"Kami berterima kasih ke Pak Ferry Raturandang yang mau turun langsung ke Palu menggelar kegiatan TDP Nasional RemajaTenis." ujarnya langsung ke August Ferry Raturandang didampingi oleh Direktur Turnamen ReajaTenis Sulteng Jemmy Hosan.
PNP Banyak, Langsung Lolos Pra PON
PALU – Pemrakarsa tennis junior atau dikenal remaja tennis, August Ferry Raturandang, meyakini potensi petenis di kawasan Indonesia Timur, tidak kalah bersaing dengan petenis pulau Jawa. Wakil Sekjend PP Pelti itu menilai, kesempatan petenis untuk menjadi yang terbaik tetap terbuka lebar. “Orang di daerah kalau mesti maju harus ke Jawa,” kata Raturandang. Karena progresivitas turnamen bisa 10 banding 1. “Selama ini yang mendominasi Jawa, karena progresivitas turnamen banyak sekali. Bisa 10 banding 1,” tambahnya.
Tapi hal itu bisa diminimalisir asalkan turnamen jalan terus. “Sekarang ini melalui remaja tennis di Sulteng, kesempatan bersaing lebih besar, asalkan turnamen jalan terus,” katanya.
Pada 2010 ini, animo porvinsi luar Jawa untuk menggelar turnamen tennis nasional mulai berkembang. Seiring dengan itu, maka kesempatan petenis luar Jawa mengejar Peringkat Nasional Pelti (PNP) lebih terbuka. “Kesempatan lebih besar dan biaya lebih kecil. Kalau di tiap provinsi dua kali menggelar turnamen, maka pemerataan akan tercapai,” nilai Raturandang.
Dengan turnamen remaja tennis nasional, di luar Jawa, kata Raturandang, program Pelti Pusat dalam hal pemerataan potensi tennis di daerah-daerah tercapai.
Raturandang mengatakan, pada PON 2012 nanti, Pelti membatasi usia petenis minimal 21 tahun pada 2012 nanti. Aturan yang berlaku, petenis yang memiliki PNP banyak maka tidak perlu mengikuti pra kualifikasi PON. “Mulai sekarang, kesempatan itu ada asalkan petenis rutin mengikuti turnamen,” katanya.
Soal skill bisa dikejar. “Skill itu akan muncul lebih bagus kalau dia sering bertemu yang lebih tinggi. Dengan semakin sering mengikuti pertandingan di daerah maka skillnya akan naik,” kata Raturandang.
TDP Junior Nasional kali pertama di Sulteng ini, petenis dari Jawa Timur dan DKI mengikuti untuk mengejar PNP.
Sementara itu Direktur Turnamen TDP Junior Nasional Jemmy Hosan mengatakan, petenis Sulteng punya kans untuk mengejar target PNP. “2012 masih jauh, jadi kita masih ada kesempatan,” kata Jemmy.
Wakil Ketua Gapensi Sulteng menambahkan, program Pelti sebelum PON Riau 2012, melalui Rakernas mengagendakan tiga kejuaraan, pertama kejuaraan Pra PON akhir 2010, Pra PON 2011 dan PON 2012. “Kejuaraan Pra PON nanti, semua daerah ikut untuk mengetahui sejauh mana perkembangan tennis di daerah,” kata Jemmy. (bar)
Tapi hal itu bisa diminimalisir asalkan turnamen jalan terus. “Sekarang ini melalui remaja tennis di Sulteng, kesempatan bersaing lebih besar, asalkan turnamen jalan terus,” katanya.
Pada 2010 ini, animo porvinsi luar Jawa untuk menggelar turnamen tennis nasional mulai berkembang. Seiring dengan itu, maka kesempatan petenis luar Jawa mengejar Peringkat Nasional Pelti (PNP) lebih terbuka. “Kesempatan lebih besar dan biaya lebih kecil. Kalau di tiap provinsi dua kali menggelar turnamen, maka pemerataan akan tercapai,” nilai Raturandang.
Dengan turnamen remaja tennis nasional, di luar Jawa, kata Raturandang, program Pelti Pusat dalam hal pemerataan potensi tennis di daerah-daerah tercapai.
Raturandang mengatakan, pada PON 2012 nanti, Pelti membatasi usia petenis minimal 21 tahun pada 2012 nanti. Aturan yang berlaku, petenis yang memiliki PNP banyak maka tidak perlu mengikuti pra kualifikasi PON. “Mulai sekarang, kesempatan itu ada asalkan petenis rutin mengikuti turnamen,” katanya.
Soal skill bisa dikejar. “Skill itu akan muncul lebih bagus kalau dia sering bertemu yang lebih tinggi. Dengan semakin sering mengikuti pertandingan di daerah maka skillnya akan naik,” kata Raturandang.
TDP Junior Nasional kali pertama di Sulteng ini, petenis dari Jawa Timur dan DKI mengikuti untuk mengejar PNP.
Sementara itu Direktur Turnamen TDP Junior Nasional Jemmy Hosan mengatakan, petenis Sulteng punya kans untuk mengejar target PNP. “2012 masih jauh, jadi kita masih ada kesempatan,” kata Jemmy.
Wakil Ketua Gapensi Sulteng menambahkan, program Pelti sebelum PON Riau 2012, melalui Rakernas mengagendakan tiga kejuaraan, pertama kejuaraan Pra PON akhir 2010, Pra PON 2011 dan PON 2012. “Kejuaraan Pra PON nanti, semua daerah ikut untuk mengetahui sejauh mana perkembangan tennis di daerah,” kata Jemmy. (bar)
Berkunjung ke Klub Tenis di Palu
RemajaTenis,25 Februari 2010. Setiap pelatih yang handal tentunya mempunyai siswa siswa pelajar yang dibina bermain tenis, kecuali pelatih papan nama saja. Karena banyak sekali pelatih yang tidak memiliki anak asuhnya, sehingga bisa disebut pelatih papan nama. Wakil Sekjen PP Pelti August Ferry Raturandang saat berkunjung ke Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah didampingi Wakil Ketua Pengprov Pelti Sulteng Jemmy Hosan menyempatkan diri bertemu dengan para siswa tenis binaan pelatih Abdul Radjab yang sudah dikenalnya lama. Nama Abdul Radjab dipertenisan nasional identik dengan Palu. Kiprah Abdul Radjab sudah cukup menghasilkan petenis yunior termasuk salah satu yang sedang naik daun ditingkat nasional Grace Sari Ysidora. Sebelumnya juga putra dan putrinya seperti Januar Radjab pernah muncul ketingkat nasinoal yunior disamping petenis yunior lainnya.
Dalam pesan singkat kepada siswa siswa ini Raturandang menyampaikan agar tetap berlatih dan ikuti pertandingan sebanyak mungkin dengan tidak memikirkan kalah atau menang. “Berlatih berlatihlah terus ya, supaya sehat dan bisa beprestasi dikemudian hari.” Ujarnya . Dan kepada orangtua disampaikan bahwa banyak orangtua tidak menyadari karena sangat sayangnya kepada putra maupun putrinya justru membuat atlet tidak bisa mandiri. “ Biarkan anak anak itu merasakan “fun” didalam bermain tenis, jangan paksakan anak harus menang dalam pertandingan. Dan jangan marahin anak kalau kalah. Kalah itu sama dengan kemenangan yang tertunda. Ini penting. Saya banyak bukti yang saya lihat selama ini bagi orangtua yang terlalu ambisius menghendaki anak anaknya harus menang , ternyata anaknya berhenti berprestasi dikemudian hari.” Ujar AF Raturandang.
Kesempatan bertatap muka dengan siswa siswa ini memberikan motivasi tersendiri bagi pelatih, anak anak maupun orangtua di Palu. “ Kami berterima kasih Pak Ferry mau bertemu dengan kami di Palu. “ujar salah satu orangtua didalam kesempatan bertemu dengan August Ferry Raturandang.
Palu, telah mendapatkan kunjungan dari petinggi PP Pelti untuk kedua kalinya. Yang pertama Ketua Umum dan Sekjen beberapa tahun silam disaat pelantikan pengurus Pelti Provinsi Sulteng. Menurut AF Raturandang, Palu sebagai supplier petenis yunior 20 tahun silam, kemudian terhenti. Dengan munculnya Remaja Tenis Sulteng, diharapkan Palu akan bangkit kembali kekancah nasional. “Sebenarnya judul turnamen lebih tepat Remaja Sulteng Bangkit”.
Turnamen nasional RemajaTenis Sulteng direncanakan dibuka besok 26 Februari 2010 pukul 09.00 oleh Gubernur Sulawesi Tengah. Suatu kebanggaan bagi RemajaTenis mendapatkan perhatian tinggi dari pejabat setempat, sehingga memacu olahraga tenis disetiap daerah. “Kami harapkan dengan turun tangannya pejabat daerah maka olahraga tenis akan mendapatkan perhatian khusus. Sudah saatnya tenis daerah menampakkan diri ketingkat nasional, apalagi PON mendatang sudah membatasi usia maksimum 21 tahun. Inilah saat yang tepat bagi daerah untuk berperanan dipertenisan nasional.” Ujar August Ferry Raturandang dari Palu.
Dalam pesan singkat kepada siswa siswa ini Raturandang menyampaikan agar tetap berlatih dan ikuti pertandingan sebanyak mungkin dengan tidak memikirkan kalah atau menang. “Berlatih berlatihlah terus ya, supaya sehat dan bisa beprestasi dikemudian hari.” Ujarnya . Dan kepada orangtua disampaikan bahwa banyak orangtua tidak menyadari karena sangat sayangnya kepada putra maupun putrinya justru membuat atlet tidak bisa mandiri. “ Biarkan anak anak itu merasakan “fun” didalam bermain tenis, jangan paksakan anak harus menang dalam pertandingan. Dan jangan marahin anak kalau kalah. Kalah itu sama dengan kemenangan yang tertunda. Ini penting. Saya banyak bukti yang saya lihat selama ini bagi orangtua yang terlalu ambisius menghendaki anak anaknya harus menang , ternyata anaknya berhenti berprestasi dikemudian hari.” Ujar AF Raturandang.
Kesempatan bertatap muka dengan siswa siswa ini memberikan motivasi tersendiri bagi pelatih, anak anak maupun orangtua di Palu. “ Kami berterima kasih Pak Ferry mau bertemu dengan kami di Palu. “ujar salah satu orangtua didalam kesempatan bertemu dengan August Ferry Raturandang.
Palu, telah mendapatkan kunjungan dari petinggi PP Pelti untuk kedua kalinya. Yang pertama Ketua Umum dan Sekjen beberapa tahun silam disaat pelantikan pengurus Pelti Provinsi Sulteng. Menurut AF Raturandang, Palu sebagai supplier petenis yunior 20 tahun silam, kemudian terhenti. Dengan munculnya Remaja Tenis Sulteng, diharapkan Palu akan bangkit kembali kekancah nasional. “Sebenarnya judul turnamen lebih tepat Remaja Sulteng Bangkit”.
Turnamen nasional RemajaTenis Sulteng direncanakan dibuka besok 26 Februari 2010 pukul 09.00 oleh Gubernur Sulawesi Tengah. Suatu kebanggaan bagi RemajaTenis mendapatkan perhatian tinggi dari pejabat setempat, sehingga memacu olahraga tenis disetiap daerah. “Kami harapkan dengan turun tangannya pejabat daerah maka olahraga tenis akan mendapatkan perhatian khusus. Sudah saatnya tenis daerah menampakkan diri ketingkat nasional, apalagi PON mendatang sudah membatasi usia maksimum 21 tahun. Inilah saat yang tepat bagi daerah untuk berperanan dipertenisan nasional.” Ujar August Ferry Raturandang dari Palu.
Langganan:
Postingan (Atom)