Senin, 13 Juli 2009

Unggulan Pertama Tumbang


Jogja, 11 Juli 2009. Kejutan terjadi ditunggal putra KU 14 tahun turnamen Piala Ferry Raturandang-67 yang berlangsung di lapangan tenis UNY Jogjakarta hari ini. Unggulan 1 petenis asal Semarang dengan PNP 58, Brahmastra Wardhani tumbang dari petenis asal Klaten Muh.Iqbal Anshori 57 04. Pertandingan kedua petenis yang berlangsung di lapangan 2 ternyata menarik perhatian August Ferry Raturandang yang ikut menyaksikan dipinggir lapangan bersama pelatih Semarang Benny Siswanto.
Diset pertama terlihat ada perlawanan dari kedua pemain, hanya disayangkan oleh AF Raturandang petenis Semarang ini masih lemah dalam servisnya sedangkan postur tubuhnya cukup tinggi.
Nasib yang sama dialami oleh unggulan 4 asal tuan rumah Fernando Renondo (PNP-118) tumbang dari petenis asal Wonogiri Yudiawan 24 45(6)
Sedangkan unggulan dua asal Wonogiri Arif Wisnuwardhana (PNP-104) melaju dengan mulus setelah kalahkan Unika Septian Sena (DIY) 40 40. Begitu juga unggulan 3 asal Magelang Firman Dwi Prabowo (PNP-110) mengalahkan Ismed Azarinurdin (Sragen) 42 42. Besok disemifinal Firman ketemu Muh.Iqbal, Arief Wisnuwardhana ketemu Yudiawan.
Petenis putrid asal Pati selaku unggulan 1 tunggal putri KU 14 tahun Ima Nindi (PNP-30) maju ke semifinal setelah mengalahkan Thalita Hania (DIY) 42 53. Disemi final ketemu Widha Rahmad yang menang tanpa tanding dengan Hanifah Nur Hasanah yang mundur karena ikuti latihan di Bantul. Semifinalis lainnya adalah Fika Tirta Maharani yang menang tanpa tanding lawan Dwi Indah yang tidak hadir. Yuseba maju kesemifinal setelah kalahkan petenis Pati Dara Ayu P 53 42. Besok Yuseba ketemu Fika, Ima Nindi ketemu Widha Rahmad.
Turnamen tenis Piala Ferry Raturandang-67 dilapangan tenis UNY diikuti oleh petenis dari Pati, Kudus, Semarang, Sragen, Wonogiri, Magelang, Solo dan Jogjakarta mulai hari ini dan 12 Juli 2009

Jumat, 10 Juli 2009

81 PESERTA PIALA FERRY RATURANDANG-67 di Yogya

RemajaTenis 10 Juli 2009 Sambutan terhadap pelaksanaan turnamen tenis yunior Persami memperebutkan Piala Ferry Raturandang-67 di lapangan tenis UNY Sleman ternyata cukup besar dari petenis asal Pati, Kudus, Semarang, Salatiga, Magelang, Purwodadi, Wonogiri, Bantul, DIY, Solo. Sudah tercatat 81 petenis menurut pelaksana Irsyad kepada RemajaTenis.
Turnamen yang untuk kedua kalinya digelar di DIY , mempertandingkan tunggal putra dan putri kelompok umur 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun dan 16 tahun.
Menurut Irsyad sebagai penyelenggara Persami Piala Ferry Raturandang di Yogyakarta dan Solo, kegiatan ini merupakan komitmen bersama August Ferry Raturandang untuk meningkatkan kegiatan tenis di Jawa tengah dan Yogyakarta.
Alasannya adalah kedua provinsi ini memiliki sarana dan petenis yang memadai sehingga kualitas petenis harus segera ditingkatkan kualitasya melalui turnamen secara rutin disamping itu pula kualitas pelatih juga harus merupakan prioritas utama. "Kami juga akan selenggarakan pelatihan pelatih di Solo maupun Yogyakarta dimasa mendatang. Bahkan tidak tertutup kemungkinan kedaerah lainnya." ujarnya melalui pembicaraan telpon dari Solo.
"Pelti DIY juga mendukung disamping Dekan FIK UNY sendiri menyambut baik keinginan selenggarakan turnamen tenis di Yogya." ujar Irsyad kepada RemajaTenis.
Turnamen Piala Ferry Raturandang -67 dimulai pukul 09.00 tepat dilapangan tenis UNY Sleman.
Melihat peminat cukup banyak maka ada kemungkinan menggunakan lapangan Lembah UGM selain di UNY.

DAFTAR NAMA PESERTA :
Kelompok umur 10 tahun
PUTRA
1. Stefanus Wiratama (Semarang)
2. Ivan Dwi Hascaryo (Semarang)
3. Ijlal Anas Herlambang (Pati)
4. Emanuel Patrick (Pati)
5. Hanif CH ( Solo )
6. Ade Putra Pramudiya (Solo)
7. Helga (Magelang)
8. Miftakhul Huda (Magelang)
9. Nanda Rifan (Magelang)
10. Sebastian Hanel (Kudus)
11. Amos Fischel Andoko (Salatiga)
12. Zaki B Trunojoyo (DIY)

PUTRI:
1. Shinta Agata (Bantul)
2. Adelia Rinenda (Solo)
3. Fransiska Dwi Maharani (Solo)
4. Vicky Irma (Semarang)
5. Hanna Levina (Kudus)
6. Chesareva

Kel.Umur 12 tahun
PUTRA
1. Deo Gustirandra Putra (DIY)
2. Tommy (Bantul)
3. Teguh Bimo Wibowo (Sragen)
4. Ifan Dwi Candra
5. Lintang Atiqi (DIY)
6. Yusril Arham H (Wonogiri)
7. Faisal Agita F
8. Kilvan Yoganandiva
9. Dani M Gali
10. Zidan Harmy
11. Dilla Banie (DIY)
12. Abryya Amajida
13. Erlangga N Ciko
14. Bustami Senko Aji (Magelang)
15. Andro Dewantoro (Tegal)
16. Fafa (Bantul)
17. Hendrik
18. Bagas Pratana (Pati)
19. Bagus P (Sukoharjo)
20. Muh Reza Prihatna

PUTRI
1. Novela Reza
2. Nurin
3. Ari Tri Kusua dewi (Sragen)
4. Galuh Caesar Dasuki
5. Dhatu Dyaka Sntoso (Solo)
6. Tesalonika (Solo)

Kelompok umur 14 Tahun
PUTRA
1. Ismed Azarnudin (Sragen)
2. Unika septian S
3. Arif Wisnumurti (Wonogiri)
4. Muh.Bintang (Wonogiri)
5. Brahmastra Nandiwardhana (Semarang)
6. Sena Isnaini
7. Yoga (DIY)
8. Yudiwan (Wonogiri)
9. F Redondo (DIY)
10. V. Detro (DIY)
11. Nanda Bakti
12. Zharfan Zu Taris (Magelang)
13. Fani Rizky (Magelang)
14. Firman Dwi Prabowo
15. Muh. Iqbal Anshori (Klten)

PUTRI
1. Ima Nindi (Pati)
2. Dara Ayu P (Pati)
3. Widha Rahmadi (Pati)
4. Dwi Indah (Pati)
5. Fika Nadia Tirtamaharani
6. Hanifah Nur Hasanah (DIY)
7. Dena Rizky Noor (DIY)
8. Ayu Maharani (DIY)
9. Anisa Maysari (DIY)
10. Thalia Hania F (DIY)
11. Yuneka Listiiyaningsih

Kelompok Umur 16 Tahun
PUTRA
1. Wiku Pandupuspoyo (Wonogiri)
2. Deo Risky (Wonosobo)
3. Ilham Dika Fareza (Sukoharjo)
4. Dhani Chrisna (Boyolali)
5. Shidiq Surya Saputro (Klaten)
6. Rendi B Purnomo
7. Vistor Syapri Maulana (Magelang)
8. Esmid Muhammad (Magelang)

PUTRI
1. Nike Indriyani (DIY)
2. Feny Alfiati
3. Rike Merlita

Sabtu, 04 Juli 2009

PON TENIS 2009 : All DKI Final Ganda Putra 16 tahun ;

RemajaTenis, 3 Juli 2009.–Final ganda perorangan 16 tahun putra PON Tenis akan terjadi All DKI Final. Dua pasangan asal DKI Jakarta Ega Uneputty/Indra Wijaya dan Louis Theodor/Gavin Pranata berhasil memenangkan pertandingan semifinal yang berlangsung di lapangan tenis gravel Senayan, Jakarta.
Ega/Indra lolos ke final setelah mengungguli pasangan Jason Joey Wiranata/Yosua Adiyasa (Babel) dengan skor 6-4, 6-3. Sedangkan Louis/Gavin menang atas Garcia Rangan/Michael Pedersen (BGR/Babel) dengan skor 6-3, 6-4.
Dengan demikian DKI dipastikan akan menambah 1 emas dan 1 perak. Jumlah perolehan emas DKI berpeluang bertambah dengan lolosnya petenis DKI di final ganda putra 14 tahun. Tumpuan DKI ada pada duet Armando Soemarno/Mark Ginting yang akan mengahdapi ganda Jatim Irfandi Hendrawan/M.Rizky Widianto yang juga lolos setelah menang 6-1, 6-3 atas Reza Wiratama/Rexy Surya Baskoro (Jabar). Demikian menurut situs Pelti.

HASIL LAINNYA
Tunggal Putri 16 Tahun (Perempatfinal) :

Vanesa Gunawan (DKI)(1) vs Nadia Yahya (Bdg), 61 61
Rekyan Woro (DIY) vs Pertiwi Awilda (Kalsel), 60 60
Tria Rizki Amalia (Jabar)(3) vs Hayyu Imanda (DKI)(7), 62 60
Sri Fathonah (Kalsel) vs Cynthia Wibawa (DKI)(5), 63 64

Ganda Putri 14 tahun (Semifinal) :
Anastasia Jeany/Shera Bella (Bali) vs MP Setyorini/Alif Nafi’iah (JTG), 60 60
Evita febri hapsari/Idhun Safa’ati (JTG) vs Annisa Tulus W/Rifaliani Achir P (JBR), 6-2, 6-0

Ganda Putri 16 Tahun (Semifinal):
Tria Rizki/Vita Taher (Jabar)(1) vs Rekyan/Tutik Wijayanti (DIY), 62 63
Cynthia Wibawa/Vanessa Gunawan (DKI) vs Jessy Pakaya/Prima Lestari (JTG),

Jumat, 03 Juli 2009

Unggulan Mulai tumbang

RemajaTenis, 3 Juli 2009 –Unggulan putra kelompok yunior bertumbangan. Setelah Armando Soemarno kandas kemarin, hari ini menyusul dua unggulan lainnya, yaitu Deo Risky (Jateng) dan Louis Theodor (DKI). Keduanya gagal melangkah ke semifinal.
Deo yang ditempatkan di unggulan pertama kelompok 14 tahun dikalahkan petenis Jatim M. Rizky Widianto lewat super tiebrek. Tertinggal 4-6 di set pertama, Deo bangkit dan membalik anagka menajdi 6-4 di set kedua. Namun di set penentuan, Deo kalah 7-10.
Irfandi Hendrawan (Jatim) yang diunggulan di tempat keempat juga kandas. Irfandi dikalahkan Jess David Wiranata (DKI) dengan skor 2-6, 6-2, 4-10
Kejadian serupa juga terjadi di kelompok 16 tahun. Unggulan sepuluh Louis Theodor tumbang oleh unggulan tiga belas asal Bangka Belitung Michael Pedersen dengan skor 4-6, 3-6.
Sementara petenis ungulan lainnya masih belum terbendung. Di kelompok 14 tahun, M. Noor Husaini (Kaltim) menang mudah 6-1, 6-2 atas Fernando Daniel Sanger (MDO). Mark Ginting (DKI) juga menang mudah atas petenis Sumbar Jefri Wiranda dengan skor 6-1, 6-2. Jess David Wiranata untuk putrinya, Woyla Waluyo (DKI) unggul atas petenis bali Shera Bella 6-2, 6-2. Evita Febri Hapsari (Jateng) mengatasi Annisa Tulus (Jabar) dengan skor 6-1, 6-0 dan Anastasia Jeany (Bali) menang 6-0, 6-2 atas MP. Setyorini (Jateng).
Di kelompok 16 tahun,Ega Uneputty menang telak 6-0, 6-0 atas Fernando bangun (Sulut). Dua rekan sederah Ega, Indra Wijaya dan Gavin Pranata menyusul kemudian. Indra menang atas Yosua Adiyasa (Babael) dengan skor 6-2, 6-2. Sedangkan Gavin mengalahkan Joshua Ginting (Sulut) dengan skor 7-5, 6-3. Demikian menurut situs Pelti.

Kamis, 02 Juli 2009

PON Tenis Banyak Yang Harus Dibenahi

RemajaTenis, 2 Juli 2009. Dari hasil pertemuan dengan wartawan hari ini disela sela pertandingan Pekan Olahraga Nasional Tenis 2009 , telah dilakukan pertemuan dengan Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti untuk mengevaluasi hasil pertandingan beregu PON Tenis 2009 yang sudah selesai kemarin.
Dari 1400 partai yang digelar dalam dua kategori pertandingan yaitu beregu dan perorangan, baru kategori beregu saja yang telah selesai dilaksanakan. Sejauh ini penyelenggara even yang baru pertama kali digelar ini mengaku cukup puas namun ada beberapa yang perlu dibenahi.
“Secara keseluruhan kita merasa puas dengan apa yang telah kita laksanakan ini. Satu pertandingan telah selesai kita laksanakan, yaitu beregu dan tinggal menyisakan perorangan saja. Namun yang namanya pertamakali menggelar kegiatan sudah pasti masih banyak kekurangan-kekurangannya. Di sini masih banyak yang mesti kita benahi dan perbaiki lagi ke depan, seperti fasilitas yang berkaitan dengan pertandingan dan yang lainnya,” ujar Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti Johannes Susanto menjelaskan evaluasi penyenggaraan PON tenis ini saat jumpa pers di Press Room Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta hari ini.
Sebagai salah satu penyelenggara PON Tenis, Sportama mengaku kendala utama yang dihadapi adalah jadwal pertandingan. “Ini kan penyelenggaraan pertama untuk PON tenis, dari sisi penyelenggaraan kita merasa cukup puas.Hanya saja dari sisi pemain soal schedule pertandingan yang menjadi masalah. Karena ini maksuk kegiatan PON juga dan berbeda dengan seri-seri yang kita gelar sebelumnya dimana sekarang ada beregu dan ganda campurannya, jadi buat pemain tentunya sangat melelahkan karena harus main sampai tiga kali. Dan kuncinya ada pada pengaturan jadwalnya, itu yang harus kita benahi ke depan,” kata Teddy Tandjung.
Masalah KTA yang menjadi syarat utama keikutsertaan peserta dalam PON Tenis ini ternyata masih menjadi persolan utama buat daerah, terutama soal banyaknya pemain “kutu loncat”. “ Ada tiga daerah yang diprotes daerah lain karena dianggap mengambil pemain dari daerah lain, yaitu Sulut, Babel dan Papua Barat. Dan kebanyakn yang berkompeten terjadinya kondisi ini bukan dari pemainnya sendiri tetapi ada pelatih bahkan pengurus yang ikut andil. Untuk itu kita akan coba cari solusi soal legalitas KTA ini. Ada wacana karena ini setahun sekali mungkin bisa setengah tahun untuk perpanjangannya. Saat ini KTA yang kita punya belum ada masa berlakunya dan berlaku sejak dikeluarkan,” tambah Johannes.
Soal keterkaitan dengan PON, Wakil Sekjen PP Pelti August Ferry Raturandang mengatakan bahwa ada perbedaan aturan antara PON tenis dengan PON. “Untuk PON acuannya adalah peraturan KONI Pusat yaitu dua tahun domisili, tetapi PON Tenis KTA menjadi syarat utama itu saja,” tandas Ferry. Selanjutnya dikatakan semoga setiap tahun PP Pelti sanggup selenggarakan PON Tenis secara rutin sehingga setiap pengprov sudah harus mempersiapkan dirinya. Disampaikan pula keprihatiannya terhadap ulah pelatih yang memanfaatkan PON Tenis demi kepentingan sendiri dengan mengabaikan aturan tauran yang telah diberikan selama ini. "Memang tidak mudah menyatukan persepsi pelaku pelaku tenis ini. Banyak pihak dengan dalih pembinaan tetapi lebih cenderung kepentingan pribadi lebih menonjol dibalik semua itu."

DKI dan Jabar Berbagi satu medali emas

RemajaTenis,30 Juni 2009. Perhelatan Pekan Olahraga Nasional Tenis 2009 disibukkan dengan perebutan medali emas bagi peserta yang merupakan utusan Pengprov Pelti dari seluruh Indonesia. Jumlah emas DKI di Pekan Olahraga Nasional tenis bertambah lagi. Demikian pula tim putri JABAR menambah 1 medali emas. DKI menambah satu emas lagi lewat beregu junior 14 tahun putri. Melawan tim Jawa Tengah DKI unggul 2-1. Begitu pula Jabar putri tambah medali emas setelah kalahkan putri DKI Jakarta.
Emas ketiga DKI Jakarta ini disumbangkan oleh Aldila Sutjiadi, Woyla Waluyo dan Kely Restiana Putri. Aldila memimpin DKI 1-0 menghadapi tunggal pertama jateng MP Setyorini dengan skor 6-3, 6-4. Sayangnya Woyla yang sempat memimpin di set pertama gagal di dua set berikutnya saat mengahdapi Evita Febri Hapsari dengan skor 7-5, 4-6 dan 3-10. Kedudukan pun menjadi 1-1.
DKI nyaris kecolongan lagi saat bermain ganda. Aldila/Kely tertinggal 3-6 di set pertama, namun akhirnya berhasil membalas di set kedua dengan 6-3. Di set penentuan sempat terjadi kejar-kejaran angka namun dewi fortuna masih berpihak pada tim DKI dengan kemenangan 10-8.
Sayangnya di kelompok 16 putri DKI gagal menyumbang emas setelah dilibas oleh tim jawa barat 1-2 di final. Dina Karina, Vonni Darlina dan Vanessa Gunawan hanya mampu menyumbang medali perak buat DKI. Kekalahan DKI diawali oleh Dina Karina yang menyerah 3-6, 4-6 pada Tria Rizky Amalia. Vonny menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah mengandaskan Nadia Yahya, 6-1, 3-6 dan 10-8. Sayang di partai penentuan Vonni dan Vanessa gagal dan aklah 6-7 (4), 3-6.
“Untuk 16 tahun putri memang dari awal kita sudah merasa goyah. dan hasilnya sudah sesuai yang kita prediksikan,” tutur Sekretaris Pengprov Pelti DKI Jakarta, Imam Supardi, SE, MSi.

Sementara final beregu 14 tahun putra baru akan digelar besok, dimana memepertemukan tim Jawa Timur dengan DKI Jakarta. Dis emifinal hari ini Jatim menundukkan DIY 2-0. sedangkan DKI menang atas tim Jateng 2-0. Demikian menurut situs Pelti.

PEROLEHAN MEDALI BEREGU

14 TAHUN PUTRI :
Emas : DKI Jakarta
Perak : Jawa Tengah
Perunggu : Kaltim dan Bali

16 TAHUN PUTRI
Emas : Jawa Barat
Perak : DKI Jakarta
Perunggu : Jateng dan DIY

Selasa, 30 Juni 2009

TDP RemajaTenis-2 di Senayan

RemajaTenis,30 Juni 2009. Turnamen nasional yunior RemajaTenis-2 akan diselenggarakan di lapangan tenis (gravel) Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Demikian menurut Lucky Mosal selaku Direktur Turnamen disela sela palaksanaan Pekan Olahraga Nasional Tenis 2009 di Senayan.

"Kali ini kami selenggarakan kelompok umur 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun dan 16 tahun. Sehingga bisa menampung keinginan petenis usia 10 tahun ikut berlaga." ujarnya.

Sedangkan waktu pelaksanaan dimulai hari Minggu 26 Juli 2009 sampai dengan 29 Juli 2009 mulai pukul 09.30 sampai 17.00.
Disampaikan pula pendaftaran dapat dimulai dengan kirimkan email ke remajatenis@yahoo.com atau fax ke 021 5700157 dan ditutup pada tanggal 19 Juni 2009.

Keberadaan RemajaTenis dikancah pertenisan Indonesia untuk memberikan kesempatan petenis yunior berlatih dan bertanding dalam rangka pembinaan atlet tenis yunior. Disamping itu pula RemajaTenis akan memberikan contoh baik kepada pelaksana TDP dengan mematuhi aturan aturan yang bakudikeluarkan oleh PP Pelti. Demikian menurut Lucky Mosal yang juga menyampaikan keprihatiannya terhadap keberadaan pelaksana turnamen yang tidak mematuhi aturan yang baku. Contohnya adalah setiap TDP diwajibkan memiliki Referee yang ditunjuk oleh PP Pelti. "Bukannya Referee online seperti yang didengang dengungkan."

Setelah PON Tenis 2009, pertenisan Indonesia disibukkan dengan dgelarnya TDP Yunior di Padang untuk Piala Semen Padang ( 13 Juli), kemudian Solo Open ( 20 Juli) dan Piala Peltha Makassar ( 27 Juli ) dan Bakrie BRI di Blitar (27 Juli).
Menanggapi hal ini Johannes Susanto Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti menyambut baik seluruh keinginan masyarakat tenis untuk menggelar setiap kegatan turnamen nasional khususnya yunior. Sehingga akan sulit menolak keinginan tersebut jika terjadi dalam minggu yang sama. Tetapi dikatakan pula jika satu provinsi maka akan diminta untuk diundurkan salah satunya. "Jika berbeda provinsi bukan persoalan." ujarnya

Jateng dan Sulut menempati Peringkat Pertama

RemajaTenis, 28 Juni 2009 Beregu yunior kelompok 16 tahun putra telah memastikan dua tim ke babak perempatfinal Pekan Olahraga Nasional Tenis yang berlangsung di lapangan gravel Gelora Bung Karno Jakarta. Kedua tim tersebut adalah Jawa Tengah dan Sulawesi Utara yang berhasil meraih angka kemenangan terbanyak sekaligus menempati peringkat pertama di pool.
Berada di pool A, Jateng yang diwakili oleh petenis-petenis nasional, seperti Wisnu Adi Nugroho, Rizki Bagus Saputro, dan Dede Setya Ramadhan menang mutlak 3-0 atas Sulawesi Selatan. Kemenangan ini melengkapi hasil sebelumnya, dimana Jateng juga berhasil unggul 3-0 atas Bengkulu. Hasil ini langsung menempatkan Jateng di peringkat pertama pool A diikuti Sulsel dan Bengkulu.
Sementara Sulut yang menempati Pool B bersama Riau dan Sumatera Barat juga lolos ke perempatfinal setelah di hari pertama menang 3-0 atas Sumbar dan hari ini di partai penentuan unggul 2-1 atas Riau
Di kelompok putri di masing-masing pool, yaitu pool A dan B baru menyelesaikan satu partai. DKI Jakarta yang menenpati pool A unggul 3-0 atas tim Kalimantan Selatan. Di pool B, Jateng juga menang mutlak 3-0 atas Kaltim.
Kelompok 14 tahun , baik putra dan putri juga baru menyelesaikan beberapa partai saja. Di bagian putra, Pool A Sumbar mengalahkan Bengkulu dengan skor 3-0 diikuti oleh Sulut yang menang 3-0 atas Papua Barat, serta Sumbar yang menudukkan NTB 3-0.
Pool B telah menyelesaikan pertandingan antara Bali dan NAD yang dimenangkan oleh Bali dengan skor 3-0. di pool C, Jatim menang 3-0 atas Kaltim di susul Riau yang hanya kehilangan 1 angka untuk mengatasi tim Sulbar dengan skor 2-1. Pool D menyelesaikan tiga pertandingan antara Lampung dan Sulsel yang dimenangkan oleh Lampung, 2-1 dan DKI melawan DIY dengan skor 3-0 untuk DKI dan antara Lampung dengan Sulteng yang dimenangkan oleh Lampung, 3-0.
Sementara kelompok 14 tahun putri, Jateng yang di pool A masih unggul dari Kalimantan Selatan. Jateng menang 3-0. di pool B, DKI juga menang mudah 3-0 atas Sumatera Barat.
Menurut August Ferry Raturandang, Wakil Sekjen PP Pelti menyampaikan kegembiraan atlet atlet yunior merasakan suasana PON yang selama ini belum pernah dirasakan oleh atlet atlet tenis daerah. "Ini tujuan kami juga agar setiap daerah sudah harus siap akan atletnya menghadapi Pekan Olahraga Nasional yang diselenggarakan oleh KONI setiap 4 tahun sekali. Ini juga untuk menghindari jual beli atlet." ujarnya disela sela pertandingan kelompok yunior.
Suasana lapangan tenis Gelora Bung Kanro cukup meriah dengan disediakan bazaar dibawah tenda sehingga kebutuhan makananpun tetap disediakan bagi peserta maupun penonton. Demikian menurut situs resmi Pelti.

Hasil PON Tenis kelompok yunior dihari pertama

RemajaTenis, 27 Juni 2009. Setelah acara pembukaan, pertandingan PON Tenis 2009 langsung dilaksanakan di lapangan tenis Gelora Bung Karno. Untuk pertandingan kelompok umur 14 tahun dan 16 tahun dilaksanakan dilapangan gravel. Tim putra Jawa Timur dan DI.Yogyakarta memperoleh dua kemenangan di hari pertama babak penyisihan beregu yunior 14 tahun. Jatim dan DIY unggul telak 3-0 atas lawan-lawanya.
Berada di pool C, Jatim mengatasi regu Riau dan Sumatera Selatan. Menyusul kemenangan di pool yang sama, Kalimantan Timur juga menang mutlak 3-0 atas Sulawesi Barat.
DIY yang berada di pool D mencuri dua angka dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. DKI Jakarta menyusul setelah mengalahkan Sulawesi Tengah dengan skor 3-0.
Sementara untuk putri KU 14 tahun, Jawa Tengah dan Kalimantan Timur berhasil menyelesaikan pertandingan pertama juga dengan kemenangan mutlak 3-0. Jateng mengatasi regu dari Kalimantan Selatan. Sedangkan Kaltim mengalahkan Lampung.
Di kelompok 16 tahun putra, Sulawesi mengalahkan Bengkulu 3-0 di pool A. Riu yang berada di pool B berhasil mencuri kemenangan atas Sumatera Barat dengan skor 2-1. Menyusul kemudian adalah regu Jawa Barat yang menang 3-0 atas Papua Barat dan Jambi yang unggul 2-1 atas Kalsel di pool C, serta di pool D, DKI Jakarta unggul 3-0 atas Lampung.
DIY kembali menymbangkan satu angka kemenangan lagi di kelompok 16 tahun putrid. DIY berhasil mengalahkan tim dari Kalimantan Timur dengan skor 3-0. (Mamik Nurhayati)

HASIL BABAK PENYISIHAN YUNIOR
KELOMPOK 14 TAHUN
Putra :
Pool A : Sulut vs NTB : 3-0
Papua Barat vs bengkulu : 3-0
Pool B : Jateng vs kalsel : 3-0
Jabar vs Aceh : 2-1
Pool C : Jatim vs Riau : 3-0
Jatim vs Sumsel : 3-0
Kaltim vs Sulbar : 3-0
Pool D : DKI vs Sulteng : 3-0
DIY vs Sulsel : 3-0
DIY vs Sulteng : 3-0
PUTRI :
Pool A : jateng vs kalsel : 3-0
Pool C : kaltim vs lampung : 3-0

Kelompok 16 tahun
PUTRA

Pool A : Sulsel vs Bengkulu : 3-0
Pool B : Riau vs Sumbar : 2-1
Pool C : Jabar vs papua Barat : 3-0
Jambi vs Kalsel : 2-1
Pool D : DKI vs Lampung : 3-0

PUTRI
Pool B : DIY vs Kaltim 3-0

Awal Kebangkitan Tenis Indonesia

RemajaTenis,27 Juni 2009. Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Dr Adhyaksa Dault MSi mengaku bangga atas upaya Pengurus Pusat PELTI dalam menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) Tenis. Bahkan Adhyaksa menegaskan, PON Tenis ini menjadi awal kebangkitan tenis Indonesia, demikian sambutan di acara pembukaan Pekan Olahraga Nasional Tenis 2009 di stadion tenis Gelora Bung Karno Jakarta

“Kita pantas berbangga atas upaya PP Pelti menggelar PON Tenis ini untuk pertamakalinya. Kami terharu atas upaya serius PP Pelti yang dipimpin Ketua Umum Ibua Martina Widjaja yang begitu serius dan kuat perannya dalam membangun tenis Indonesia,” ujar Menpora Adhyaksa Dault dalam kata sambutanmya.

Menpora mengungkapkan, ketika dia duduk bersama mantan Ketua Umum PB Pelti Moerdiono yang juga hadir dalam acara itu, mendapat cerita dari Moerdiono bahwa ketika dia memimpin Pelti yang mengerjakan semua kegiatan tenis adalah Martina. Dari sini, ujar Menpora, terlihat bahwa Martina memang mempunyai keseriusan dalam mengelola Pelti.

“Sebenarnya kalau semua pengurus memiliki keseriusan dan kemauan maka semuanya bisa. Para pengurus olahraga harus mampu melakukan terobosan dalam pembinaan prestasi para atletnya,” kata Menpora yang disambut tepuk tangan dari para peserta dan undangan yang hadir dalam acara pembukaan tersebut.

Dengan lantang Menpora menegaskan, selain terus menggiatkan programnya maka perlu ada perubahan dalam kultur olahraga nasional. Sudah seharusnya penghargaan penuh diberikan kepada atlet. Selain itu para atlet harus serius dalam memburu prestasi. “Para atlet jangan malas atau terlalu mudah mengeluh. Tidak ada prestasi yang diraih dengan mudah. Kini para juara bukan dilahirkan namun dibentuk dengan program yang terutur dan konsisten,” ucap Adhyaksa disaksika juga oleh Sekretaris Menteri Sekretariat Negara, Rildo Anwar SH.

Dia melihat, PON Tenis merupakan salah satu elemen dalam melakukan perubahan kultur olahraga itu. Di sini daerah ditantang untuk memperhatikan pembinaan para atletnya. Setelah mendapat perhatian, para atlet harus serius mempersipakan diri.

“Jadi PON Tenis ini bisa menjadi awal kebangkitan tenis Indonesia. Memang yang penting dimulai dulu karena memulai itu sulit. Saya bangga dan menghargai upaya Ibu Martina. Ke depan ini harus terus didukung. Siapa pun nanti Menteri Olaharaganya, Siapa pun Presidennya, PON Tenis harus berlanjut. PON Tenis yang kedua nanti kita laksanakan lebih besar lagi atau secara besar-besaran,” tegas Menegpora.

Setelah itu dilakukan pelepasan balon oleh Menegpora didampingi Ketua Umum KON/KOI Rita Subowo dan Ketua Umum PP Pelti Martina Widjaja. Hadir pada kesempatan tersebut Mantan Mensesneg dan sekaligus Mantan KU Pelti Moerdiono, Sekretaris Mensesneg Rildo Anwar, dan sejumlah perwakilan dari KON daerah dan Pelti.

Sekjen PP Pelti Soebronto Laras dalam laporannya mengemukakan, kegiatan ini diikuti sekitar 800 atlet dan ofisial, mempertandingkan lebih dari 1400 partai dan event ini akan menjadi awal kegiatan selanjutnya sebagai program yang dicanangkan oleh Ketua Umum Pelti.

Sementara itu Martina Widjaja menyampaikan ucapan terimakasih kepada berbagai pihak yang membantu kegiatan ini, seperti Gelora Bung Karno dan sponsor-sponsor, seperti Alfamart, Suara Pembaruan, Sintesa, Bank BNI, dan lain-lain.

Setelah Menegpora melepas balon, kegiatan selanjutnya adalah pemukulan bola berhadiah dari Menegpora ke arah peserta yang mengikuti upacara pembukaan. Sementara peserta usai mengikuti upacara para penyelenggara event di setiap kelompok (Minitenis, Yunior KU 14, KU 16, Prestasi dan Veteran) langsung melaksanakan pertandingan.

Kegiatan ini makin marak dengan digelarnya Bazaar Multi Produk, Coaching Clinic, Sosialisasi Play n Stay, dan beragam seminar yang mendukung prestasi olahraga. (humas/apj)

Menegpora setelah memberikan sambutan langsung membuka acara dengan memukul beberapa bola berhadiah yang ditujukan kepada peserta defile mulai dari peserta mini tenis, yunior, kelompok umum dan Veteran.****

Jumat, 26 Juni 2009

Petenis luar Bandung Kuasai KU 12 tahun

RemajaTenis,24 Juni 2009. Petenis luar Bandung kuasai tunggal putra KU 12 tahun di Turnamen tenis nasional Oneject 2009 yang berlangsung kemarin di Taman Maluku Bandung. Yang masuk ke babak kuarter final adalah Hendrawan Susanto asal Pekalongan, Iqbal BilalSaputra asal Sumatra barat, Bryan Husin (DKI), Rizky Zamy Febrian (SMD), Arthur Maruli Hutabarat (DKI), Ali Hasyimi (Banjarmasin), Diaz Wibawa (DKI) dan Fuadi Raja Baja (Ambarawa).
Kemarin Hendrawan Susanto mengalahkan Bill Tano asal Palu 83, Iqbal Bilal mengalahkan Joel William Ivander asal Bandung 81, Bryan Husin mengalahkan unggulan 4 asal DKI Fabian Soemarno 84. Rizky Zamy mengalahkan petenis tuan rumah Vincentius Djunardi 97. Arthur Maruli Hutabarat asal DKI mengalahkan Jeremy Liem asal DKI 82. Petenis asal Banjarmasin Ali hasyim mengalahkan Achmad Rizki Ade Nugaraha (Babel) 86. Petenis DKI lainnya Diaz Wibawa mengalahkan Yusuf Gani Anggara (DKI) 86. Unggulan 2 asal Ambarawa Fuadi Raja Baja mengalahkan Fadhly Nor Aziz 84.
Untuk masuk semifinal hari ini Hendrawan Susanto harus melewati hadangan Iqbal Bilal Saputra, Bryan Husin ketemu Rizku Zamy Febrian, Arthur maruli hutabara ketemu Ali Hasyim, Diaz Wibawa ketemu Fuadi Raja Baja.
Untuk pertandingan babak konsolasi, M.Rezky Nugraha (Babel) mengalahkan Muhammas Rafi Imanudin (Bandung) 82, Aric Imanuel (Bandung) mengalahkan Patrick Marshal (DKI) tanpa tanding, Agung Anugrah Delyatama (Bandung) mengalahkan Muhammad Aji M (Bandung) 98(3)

Untuk tunggal putrid, petenis Karawang Irania Shafira berhasil masuk semifinal setelah menumbangkan unggulan 1 asal Bandung Abriana Kamila 85, sedangkan petenis asal Padang Runy Utami Putri melaju ke semifinal setelah mengalahkan Aulia Rosma Pramudani (Jepara) 81. Ikut juga masuk semifinal Abriani Kamili (Bandung) mengalahkan petenis DKI Jakarta Siti Nur Arasy 86. Unggulan 2 Oktavia Ayu Dewi asal Blitar mengalahkan Putri Intan Permatasari (Bandung 83. Hari ini disemifinal akan bertemu Irania Shafira dengan Runy Utami Putri , Abriani Kamili ketemu Oktavia Ayu Dewi memperebutkan tempat di final.

Rabu, 24 Juni 2009

Petenis tuan rumah mulai berguguran di Oneject


RemajaTenis, 24 Juni 2009. Memasuki hari ketiga turnamen tenis internasional ONEJECT INTERNATIONAL 2009 petenis tuan rumah mulai berguguran. Dari 22 petenis putra yang masuk babak utama ternyata sampai hari ini hanya 3 yang masih bertahan dibabak 16 sedangkan putrid tuanrumah dari 30 yang masuk babak utama menyisakan 6 yang bertahan dibabak 16 besar.
Petenis tuan rumah yang maju kebabak 16 besar adalah Tito Parulian Hutahuruk,Michael Christian Thuathadarma, Ega Uneputty. Sedangkan petenis putrid adalah Nadia Frederika, Nadia Ravita,Cynthia Melita, Aldila Suyjiadi, Laili Rahmawati Ulfa, dan Voni Darlina.
Petenis putra Tito Parulian Hutahuruk (ITF-539) mengalahkan petenis Chinese Taipei Lin Chun Yu (ITF-1175) 53 63, Michael Christian Tjuatjadarma (ITF-473) mengalahkan petenis Chinese Taipei lainya Wu Chi Chou (ITF 1613) 62 64. Sedangkan Ega Uneputty (ITF-472) mengalahkan petenis asal India Ronit Bisht (ITF-824) 62 61.
Hari ini Tito Parulian Hutahuruk akan berhadapan dengan Hikaru Oshiro asal Jepang . Petenis asal Jepang ini menang dari petenis tuan rumah Iben Zulkarnaen 57 62 11-9.

Petenis tuan rumah yang gagal mengikuti rekan rekannya adalah Irfan Dwi Nurfianto kalah dibabak pertama dari petenis Thailand Aviruth Phaphui 36 26, Gavin Pranata kalah dari Lin Chun Yu 36 36, Sandi Wijaya kalah dibabak pertama dari Hikaru Oshiro 16 26,Jes David Alexander Wiranata kalah ddibabak kedua dari Liang Wen Chun 06 16. David Manoah Yosua kalah dibabak pertama dari Liang Wen Chun 26 46, Wisnu Adi Nugroho kalah dibabak pertama dari Wang Yu Ching (TPE) 16 06, Reynaldi Prasetyo kalah dibabak pertama dari Wu Chi Chou (TPE) 03 ret, Ekky Hamzah kalah dibabak pertama dari petenis Australia William Kwok (ITF-461) 36 06, Louis Theodor kalah dibabak pertama dari petenis Thailand Lertchai Kongpop 26 26, Revel Yehezkia kalah dibabak pertama dari petenis Vietnam Nguyen Hoang Thren 46 46, Jason Joey Alexander Wiranata kalah dibabak kedua dari Nguyen Hoang Thren dalam 3 set 67(6) 62 7-10, Yosua Adiyasa kalah dibabak pertama dari petenis India Ronit Bisht 57 67, Rayadi Surya kalah dibabak pertama dari Hsu Ching (TPE) 36 46, Jeremy Ryan Alexander Wiranata kalah dibabak pertama Kong Kwun Ho asal Hongkong 16 16, Daniel Manoah Yosua kalah dibabak pertama dari Punn Bodhidatta(THA) 57 26, Aditya Ichsandi Haris kalah dibabak pertama dari petenis Filipina Kim Ivor Saraza 36 36, dan Edwin Yahya kalah dari unggulan 2 asal Chinese Taipei 16 16.

Petenis putri Nadia Frederika (ITF-298) melaju setelah kalahkan petenis tuan rumah Tria Rizki Amalia (ITF-1716) 63 63. Nadia Ravita (ITF-1159) mengalahkan petenis Jepang Hitomi Naito (ITF-904) 61 62. Cynthia Melita (ITF-236) mengalahkan petenis Jepang Saki Murakami 60 60, Aldila Sutjiadi (ITF-529) mengalahkan petenis asal China Xun Fang Ying 76(4) 62. Laili Rahmawati Ulfa (ITF- 221) mengalahkan petenis tuan rumah lainnya Woyla Waluyo 61 62. Voni Darlina (ITF-1389) mengalahkan Bella Destriana (ITF-290) 26 63 10-5.

Hari ini Nadia Frederika ketemu petenis Jepang Riko Sawayanagi (ITF-1192), Cynthia Melita ketemu Napatsakorn Sankaew (THA) , Aldila Sutjiadi ketemu Laili Rahmawati Ulfa, Voni Darlina ketemu Vhuen Chu Chen (TPE) . Untuk petenis putra, Michael Christian Tjuatjadarma ketemu petenis Chinese Taipei Wang Yu Ching (ITF-1669), Ega Uneputty ketemu petenis asal Hongkong Kong Kwun Ho (ITF-552), Tito Parulian Hutahuruk ketemu Hikaru Oshiro asal Jepang.

Turnamen internasional yunior Oneject 209 berlangsung sampai tanggal 28 Juni 2009 di lapangan tenis Siliwangi Bandung diikuti petenis dari 18 negara.

Menegpora akan membuka PON Tenis

RemajaTenis,24 Juni 2009. Pekan Olahraga Nasional Tenis 2009 akan dibuka oleh Menteri Negara Pemuda dan Olahraga R.I. Adhyaksa Dault pada hari Sabtu 27 Juni 2009 di Stadion Tenis Gelora Bung Karno Jakarta. Demikian menurut Ketua Umum PP Pelti Martina Widjaja di sekretariat PP Pelti Senayan Jakarta. Disampaikan pula acara pembukaan kali ini akan dimeriahkan dengan acara defile peserta dimana peserta atau tim terbaik akan mendapatkan hadiah. Disamping itu pula ada hadiah hadiah dalam bentuk bola yang akan dilemparkan kepada peserta.

Pekan Olahraga Nasional (PON) Tenis ini merupakan untuk pertama kali diselenggarakan dengan mempertandingkan kelompok umur 14 tahun, 16 tahun, kelompok umum dan veteran. Disamping acara beregu akan dipertandingkan juga perorangan disemua kelompok tersebut.

Martina sendiri sudah memastikan kehadiran Menegpora RI karena hari ini sudah ketemu langsung di Kantor Menegpora. Sebenarnya diharapkan Presiden SBY berpartispasi di PON Tenis tetapi karena kesibukaannya sehingga tidak bisa membuka acara tersebut.

Peserta PON Tenis sampai saat ini sudah memastikan ikut serta dari 27 PengProv Pelti , sedangkan yang tidak ikut adalah Pengprov Pelti Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, Banten dan Gorontalo.

Senin, 22 Juni 2009

1 Putra dan 5 Putri tuan rumah Lolos ke Babak utama Oneject


RemajaTenis, 22 Juni 2009. Satu satunya petenis putra tuan rumah dan 5 putri berhasil masuk babak utama turnamen tenis yunior internasional Oneject Indonesia yang berlangsung dilapangan Siliwangi dan Taman Maluku Bandung hari ini. Petenis asal DKI Jakarta David Manoah Yosua berhasil setelah kalahkan petenis unggulan 7 asal Chinese Taipei dalam pertarungan cukup ketat sehingga 3 set. Set pertama Davis dikalahkan dengan mudah oleh lawannya sehingga hanya bisa mengumpulkan 2 games saja. Menyadari atas kesalahannya maka David langsung merubah pola bermainnya sehingga lawannya juga banyak buat kesalahan. Set kedua milik David. Diset penentuan dengan cara tie break David unggul 10-7.

Petenis tuan rumah lainnya gagal setelah kalah dari lawan lawannya, seperti Michael Weiss Pedersen kalah dari Juong Yu Jin 06 46, Ardyansah kalah dari Gowda Vinod (IND) 16 06, Ekky Hamzah kalah dari petenis India Ronit Singh Bishit 16 16, Rayadi Surya kalah dari petenis Jepang Kozakai Tma 06 16, Jess David Alexander Wiranata , keponakan pebulutangkis Ardi Wiranata kalah dari petenis Thailand Rittichai Somroop 06 26

Demikian pula 5 petenis putri tuan rumah juga masuk babak utama yaitu Evita Febrihapsari (Jateng), Prima Lestari(Jateng), Idhun Safaati (Jateng), Woyla Waluyo (DKI), Ratih Nathania (DIY)
Evita Febri Hapsari mengalahkan rekannya dari DKI Jakarta Suryaningsih 63 60, Prima Lestari mengalahkan petenis Malaysia Hyda Yazmin Mohd. Yazip 61 62, Idhun Safati mengalahkan Victoria Steffi (DKI) 61 61. Woyla Waluyo mengalahkan Puspa Ratih (Kalbar) 61 62. Ratih Nathania kalahkan Lauren Lang (DKI) 60 62.
Hari ini babak utama dimulai sedangkan Kelompok umur 14 tahun dan 12 tahun juga sudah dimulai di Taman Maluku.
August Ferry Raturandang Wakil Sekjen PP Pelti menyampaikan kepuasannya atas pelaksanaan turnamen yang dijalankan oleh tenaga tenaga muda dan sangat berterima kasih kepada Oneject Indonesia yang tetap komit sebagai sponsor untuk tahun depan.

Hari ini langsung dibuat undian babak utama baik putra maupun putri. Sebagai unggulan 1 petenis putra asal Chinese Taipei Mao Jui (ITF - 307), unggulan 2 dari Chinese Taipei Liang Wen Yao, unggulan 3 petenis India Mansingh Athare(ITF-419), unggulan 4 petenis China Gao Xin (ITF-424), unggulan 5 petenis Australia William Kwok (ITF-461), unggulan 6 Ega Uneputty (ITF-472), unggulan 7 Michael Christian Tjuatjadarma (ITF-473), unggulan 8 Hikaru Oshiro (ITF-487), unggulan 9 Kong Pop Lertchai (ITF-516), unggulan 10 Wang Chieh-Fu (ITF-536), unggulan 11 Tito Parulian Hutauruk (ITF-539), unggulan 12 Kong Kwun Ho asal Hongkong (ITF-552), unggulan 13 petenis Thailand Nuttanon Kadchapanan (ITF-605), unggulan 14 asal Thailand Kittipong Chienwichai (ITF-612), unggulan 15 asal Vietnam Nguyen Hoang Thien (ITF-636), unggulan 16 asal Thailand Punn Bodhidatta (ITF-637)

Minggu, 21 Juni 2009

Shornbutnark dan Tang Juara

RemajaTenis,21 Juni 2009. Turnamen tenis junior Internasional Thamrin Cup 2009 di kuasai oleh petenis asing. Partai final tunggal yang berlangsung hari ini, Minggu (21/6) di lapangan tenis Klub Kelapa Gading, Jakarta Utara menempatkan Warit Sornbutnark (Thailand) dan Hoachen Tang (China) di podium juara.
Di tunggal putra, Warit Sornbutnark berhasil merebut gelar setelah mengandaskan unggulan sepuluh asal Taipei Chieh-Fu Wang dua set langsung, 6-4, 6-2. Sornbutnark yang tidak diunggulkan diturnamen ini terlihat mendominasi pertandingan sejak set awal. Sementara lawannya sejak awal brmain kurang fokus dan banyak mati sendiri.
“Ini luar biasa buat saya bisa tampil di final. Saya sangat senang bisa mraih gelar di sini karena ini merupakan gelar pertama saya di sini,” ujar Sornbutnark usai penyerahan hadiah.
Kelompok putri yang mempertemukan sesama pemain China, yaitu Haochen Tang dan Ai Wen Zhu akhirnya dimenangkan oleh Tang dengan skor 6-1, 6-4. “Saya berusaha main rileks saja, tapi ia (Zhu) mainnya bagus juga. Saya senang bisa datang ke Indonesia dan meraih juara,” kata Tang yang mengakau tahun depan akan ikut turnamen ini lagi.
Keinginan Sornbutnark untuk memborong gelar tunggal dan ganda gagal setelah di ganda berpasangan dengan rekan senegaranya Aviruth Phaphui tidak mampu menghadang laju pasnagan unggulan pertama Xin Gao/William Kwok (CHN/AUS). Sornbutnark/Phaphui kalah 1-6, 4-6.
Semenatara mengomentari soal tidak adanya wakil tuan rumah yang berhasil mencapai prestasi tertinggi di turnamen ini baiak penyelenggara maupun induk organisasi olahraga tenis di Indonesia mengaku bahwa kuncinya ada di pembinaan.
“Kita tidak turun, tetapi memang mereka lebih pesat. Mereka rata-rata sudah main di kelas future. Hal itu disebabkan sistem pembinaan mereka memang bagus. Seperti Thailand, disponsori oleh BUMN-nya. China dan Taipei oleh pemerintahnya. Melihat ini ke depan pemain-pemain kita mestinya harus lebih banyak tour ke luar,” ujar Johannes Susanto selaku Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti.
Senada dengan Johannes, pihak penyelenggara Pengprov Pelti DKI Jakarta mengaku cukup puas dengan penyelenggaraan tahun ini meskipun tanpa wakil tuan rumah satu pun di podium juara. “Saya rasa sudah bagus karena bisa berjalan lencar. Untuk persoalan prestasi kita yang tahun ini yang kurang beruntung karena memang tahun ini beberapa petenis kita yang memiliki rangking ITF bagus sedang mengiukuti tour ke luar. Mudah-mudahan ini bisa menajdi bahan evaluasi ke depan buat masyarakat tenis Indonesia untuk lebih mempersiapkan pembinaan pemainnya dengan matang,” ujar Sekretaris Pengprov Pelti DKI, Imam Supardi, Se,M.Si.
Setelah Thamrin Cup 2009 , peserta turnamen akan meneruskan ke Bandung untuk ikuti turnamen sejenai Oneject International yang berlangsung di Lapangan tenis Siliwangi, Taman Maluku dan Kodiklat Bandung , mulai yanggal 21 - 28 Juni 2009. ****

HASIL PERTANDINGAN FINAL
TUNGGAL PUTRA :
Warit Sornbutnark (THA) vs Chieh Fu Wang (TPE), 64 62

TUNGGAL PUTRI :
Haochen Tang (CHN) vs Ai Wen Zhu (CHN), 61 64

GANDA PUTRA :
Gao/Kwok (CHN/AUS)(1) vs Phaphui/Sornbutnark(THA),61 64

GANDA PUTRI
Dong/Yang (CHN)(4) vs vs Tang/Zhu (CHN), 62 62