Minggu, 22 Maret 2009

JUBILEE SCHOOL: Hanya Aldila Yang Masuk Semifinal


RemajaTenis,22 Maret 2009. Asa tuan rumah di turnamen Jubilee School 14 U Asian Champs 2009 jatuh kepada Aldila Sutjiadi saja, karena hasil hari ini petenis putra Nur Adim Ramadhani gagal mengikuti rekannya tersebut. Petenis yang lahir di Bantaeng 6 Maret 1995 Nur Adim kalah dari petenis Korea Jeong In Kyo yang lahir tanggal 15 Juli 1995. Set pertama Nur Adim tidak bisa lakukan perlawanan dan kalah 1-6. Set kedua Nur Adim berusaha untuk melayani permainan petenis Korea tersebut dan ternyata banyak kesalahan sendiri dilakukan Nur Adim sehingga hanya bisa mengumpulkan 4 games saja dan kalah 4-6. Pertandingan ini disaksikan oleh pelatih Nur Adim Ramadhani , Ardi Rivali, dan Wakil Sekjen PP Pelti August Ferry Raturandang, berlangsung dilapangan stadion Pusat Tenis Kemayoran.

Sedangkan andalan putri, Aldila Sutjiadi brhasil maju kebabak semifinal setelah bertarung cukup alot dalam 3 set. Diset pertama Aldila kewalahan hadapi lawannya asal Thailand, Gornganok Tiraganok sehingga kalah telak 1-6. Diset kedua Aldila menyadari kesalaha yang dibuatnya dan berhasil membalikan angka menjadi 6-3. Diset penentuan terjadi pertandingan lebih menarik dimana keduanya saling ngotot untuk menumbangkan lawannya. Set ketiga menjadi milik Aldila 6-4.

Disemifinal besok, Aldila ketemu petenis India C.Sai Samitha yang hari ini menang lawan unggulan pertama Chu Chen asal Chinese Taipei 46 63 76(4). Disemifinal tungal putri 4 petenis dari 4 negara yang berhasil measuk yaitu tuan rumah Aldila Sutjiadi, India Samitha, Uzbekistan Abdurakhimova, Hongkong Katherine IP.

Petenis putri tuan rumah lainnya dalam pertandingan konsolasi, Jeany Ratnasari Anastasia asal Bali dalam memperebutkan posisi 9-14 kalah dari petenis Korea Park 26 46. Petenis asal DKI Voni Darlina mengalahkan petenis India Iska 62 60. Voni selanjutnya memperebutkan posisi 9-10 dan akan melawan petenis yang kalahkan rekannya Jeany Ratnasari Anastasia, yaitu Park.

Evita Febrihapsari berhasil mengalahkan Ching Peng asal Hongkong dalam pertandingan konsolasi memperebutkan posisi 17-31. Evita menang 41 54(3).


Tunggal putra, petenis tuan rumah dalam pertandingan konsolasi, Frederico Leonardo Rumambi petenis berdarah Kawanua asal DKI gagal maju stelah kalah dari petenis India Naruka Digvijay Singh 24 35. Dalam perebutan posisi 25-30, Jess David Alexander Wiranata asal DKI menang dari petenis Chinese Taipei Teng Yung-Chien 54(5), 21 ret. Diikuti juga oleh rekannya David Manoah Yosua menang dari petenis Chinese Taipei Ho Tzu-Hao 53 41. Sedangkan pertandingan Irfandy Hendrawan melawan petenis Filipina Enrique Ferrer terhenti karena turunnya hujan.

Putaran pertama akan berakhir 24 Maret 2009, kemudian dilanjutkan putaran kedua 26 -30 Maret 2009.

Sabtu, 21 Maret 2009

Hampir 100 peserta TDP RemajaTenis-1


RemajaTenis,21 Maret 2009. Hampir seratus petenis ikuti turnamen nasional yunior REMAJATENIS-1 yang berlangsung di lapangan tenis Golds Gym Elite Rasuna Jakarta. Hal ini dikemukan oleh Athya selaku pelaksana turnamen. Turnamen nasional RemajaTenis yang baru pertama kali digelar telah mendapatkan sambutan dari petenis Jakarta, Bogor, Cianjur, Cirebon, Indramayu, Bandung, Bekasi, Tangerang, Depok, Karawang, Purwakarta, Riau, Lampung, Tarakan, Palangka Raya, Banjarmasin, Trenggalek dan Malaysia.

Nama nama yang sudah mendafar Kelompok Umur 12 tahun adalah Aditya Noor, Andika Noor, Armansyah Pramono, Michal Lukaszuk, Rahmat, Arthur Maruli Hutabarat, Ilham Nurjadin, Iqbal Nurjadin, Yusuf Ghani Anggara, Ade Arifiendi, Dimas I Kolopita, Haekal Ramadhan, Handoyo, Bryan Husin, Ezekiel Marvin, Vincentius Feraldi Djunardi, Prinyank Soni, Jeremy Liem, Romano Simanuhuruk, Fabian Soemarno, Dias Wibawa, Ernest Dagenhart, Haruka Hirata,Prayoga Akbar, Justin Kwik, Algha, Andre Sunarko, Noah Angara, Michael, Justien, Agustin Palupi, Siti Nur Arasy, Patricial Imanuella, Febe Ruth, Hedidi Satari, Shamira Azzahra, Irania Shafira, Maria Agatha Chrsity,Rifandy Dwi Kahfiani., Nadya Sri Agustin.

Untuk kelompok umur 14 tahun, Deggyandra Luhur, Jeremy Nahor, Kevin Herwindyatma, Joshua Azzarya, Yan Frandio, Ali Harsya Rusmiputro, Mohammad Hafiz, Seka Septian Boukie, Davin Hanggodo, Anil Kumar, Anngi Pradika, Ferdy Setiawan, M. Willy A.N, Raheta Rizki Adriansyah, Aby Adnan Fadilah, Bradley Howard, Bobby, Saguh Prastowo, Andrew Sunarko, Topan Pamungkas, Achmad Maulana B, Ardiansyah, M.Fadhlan Arya, Khalid Wahid Ahmad, Diondimas, Ti JC, Devi Hasan, Rifaliani Achir Putri, Desy Ratnasari, Suryaningsih, Nazira Andjani, Cynthia Joe, Aprida Yonda, AnisaNandia P, Idhun Sofaati, Anisha Nandia YP, Sri Yusnainy., Nadhira Tsaradia.

Kelompok 16 tahun, Edwin Yahya, Aditya Warman, Piotr Lukaszuk, Rexy Surya Baskoro, Herbert Alexander, Ian Philibert, Muh. Luthfi, Rashley Yeremia, M.Sani Widjaja, Harto Susanto, Dani Primanata, Arif Rahman, Egi Kurniawan, Henry Lim, Nadya Jahja, Woyla Waluyo, Victoria Steffie, Claudia Michelle Paramesvari, Hayyu Imanda, Vita Taher, Efriliya Herlina, Anggi, Larissa, Anissa Tulus Warasanti.

Diharapkan setiap peserta sudah bisa hadir pukul 08.30 dilapangan tenis Golds Gym Elite Rasuna dan pertandingan setiap hari dimulai pukul 08.30 sampai sore. Direncanakan semua pertandingan KU 12 tahun dimainkan lebih awal pukul 08.30 dan kelompok lainnya dilakukan sign-in 08.30-09.00 dan dimainkan setelah undian dilakukan. Undian KU 12 tahu akan dilakuka langsung hari Rabu 25 Maret 2009.

Turnamen Nasional RemajaTenis-1 merupakan salah satu turnamen diakui Pelti atau dikenal dengan TDP akan dipimpi oleh Referee yang ditunjuk oleh PP Pelti, Sukardi. Demikian menurut Johannes Susanto selaku Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti. " Makin banyak TDP makin baik bagi pertenisan Indonesia. Sehingga bisa mengangkat pertenisan nasional." ujarnya dengan semangat tinggi karena ditargetkan ada 100 TDP diseluruh Indonesia.

JUBILEE SCHOOL:Nur Adim Melaju ke Kuarter final


RemajaTenis,21 Maret 2009. Petenis putra andalan tuan rumah Nur Adim Ramdhani asal Bantaeng Sulawesi Selatan berhasil menemani petenis putri asal Jakarta Aldila Sutjiadi melaju kebabak ketiga turnamen Jubilee School 14 U Asian Champs 2009 di Pusat tenis Kemayoran hari ini. Kedua petenis ini merupakan asa terakhir masuknya petenis tuan rumah ke final.
Nur Adim Ramdhani berhasil kalahkan petenis China Sun Fa-Jing 64 62. Sedangkan 4 petenis putra tuan rumah lainnya dibabak konsolasi hanya satu yang lolos yaitu Frederiko Leonardo Rumambi. Petenis lainnya seperti Jess David Alexander Wiranata kalah dari petenis Sri Lanka Sharmal Dissanayake 14 04. Hal yang sama dialami juga oleh David Manoah Yosua asal DKI kalah dari petenis Uzbekistan Khabibulan Timur 24 04. Petenis asal Surabaya Irfandy Hendrawan kalah dari petenis India Naruka Digvijay Singh 14 24.
Ketiga petenis tuan rumah ini masih akan bertanding memperebutkan posisi 25-30. Sedangkan Frederiko Rumambi memperebutkan posisi 17-18.


Turnamen Jubilee School 14 U Asian Championship diikuti petenis dari 20 negara yang merupakan pilihan dari masing masing negara. Bukan turnamen individu tetapi merupakan turnamen invitasi. Hal ini dikemukakan oleh KetuaPanpel Johannes Susanto yang didampingi oleh ITF Development Officier asal Malaysai Suresh Menon. Jubilee School selaku sponsor turnamen yunior internasional ini sudah memasuk tahun kelima sebagai bentuk peran sertanya dipertenisan Indonesia.

JUBILEE SCHOOL : Aldila berjaya, Voni Darlina dan Jeany Ratnasari Gagal

RemajaTenis, 21 Maret 2009. Makin berkurang petenis tuan rumah maju kebabak ketiga Turnamen Jubilee School 14 U Asian Champs yang berlangsung di Pusat tenis Kemayoran Jakarta. Dari 3 petenis putri tuan rumah hanya satu yang lolos kebabak ketiga, yaitu Aldila Sutjiadi asal dari DKI Jakarta yang juga siswi Jubilee School . Sedangkan 2 petenis lainnya , Voni Darlina asal kemayoran dan Jeany Ratnasari Anastasia gagal.
Voni Darlina kalah dari unggulan dua asal Hongkong Katherine IP 36 06. Sedangkan petenis asal Bali Jeany Ratnasari Anastasia juga kalah telak dari petenis China, Sun Zi-Tue 16 06.

Aldila Sutjiadi berhasil maju setelah mengalahkan petenis China Yu Yuan Yi 62 62. Besok Aldila ketemu petenis Thailand Gornganok Tiraganok yang hari ini mengalahkan petenis Uzbekistan Polina Merenkova 63 62.
Dibabak konsolasi, petenis tuan rumah Kely Restriana Putri asal Jakarta berhasil kalahkan petenis asal Libanon Nancy Karaki 53 41. Sedangkan petenis Evita Febrihapsari mendapatkan bye.
Voni Darlina dalam pertandingan merebutkan posisi 9-10 berhasil mengalahkan petenis asal india Teertha Iska 62 60. Jeany Ratnasari Anastasia ketemu Park So Yeon asal Korea belum dimainkan karena turunnya hujan sehingga seluruh pertandingan ditunda esok hari.

JUBILEE SCHOOL: Hanya Nur Adim Yang Lolos ke Babak Kedua

RemajaTenis, 20 Maret 2009. Dari lima petenis putra tuan rumah ternyata hanya satu yang berhasil lolos kebabak kedua turnamen Jubilee School 14 U Asian Champs 2009 yang berlangsung hari ini di Pusat Tenis Kemayoran Jakarta. Petenis asal Bantaeng Sulawesi Selatan Nur Adim Ramdahani berhasil kalahkan petenis Camboja Ek Shamrquun 61 61. Sedangkan rekan rekan lainya gagal, seperti Jess David Alexander Wiranata (DKI) kalah dari unggulan pertama asal Syria Amer Naow 06 16. Nasib yang sama dialami oleh David Manoah Yosua (DKI) kalah dari petenis asal Thailand Kritin Koaykul 16 06. Sedangkan Fredereiko Leonardo Rumambi (DKI) telah berikan perlawanan tetapi tetap kalah dari Cho Hyun Duk asal Hongkong 46 46. Irfandi Hendrawan asal Surabaya kalah dari petenis Vietnam Nguyen Hoang Thien 16 16.

Besok Nur Adim Ramdhani ketem petenis China , Sun Fa-Jing yang hari ini kalahkan petenis asal Chinese Taipei Chung Yu-Ju

Pertandingan antara Frederiko Leonardo Rumambi dengan Cho Hyun Duk cukup menarik karena terjadi saling serang dengan adu kekuatan dari baseline. Tetapi petenis Hongkong ini lebih unggul karena pukulanya ternyata lebih cepat jalannya dibandingkan dengan Frederiko.

"Saya puas lihat permainan Frederiko karena dia berani memukul bola, hanya kalah cepat jalannya bolanya." ujar August Ferry Raturandang yang menonton langsung dilapangan Pusat Tenis kemayoran didampingi oleh ayah dari Frederiko Rumambi.

Oleh August Ferry Raturandang disampaikan kalau pukulan Frederiko agak terlambat karena menunggu jatuhnya bola sehingga banyak kekuatan tenaga yang keluar dibandingkan jika bola itu disongsong saat habis mantul dipukul. Bukan bola sudah turun baru dipukul. Memang lebh aman kalau pukul bola sudah turun hanya kalah cepat saja.


Turnamen ini akan berlangsung dua putaran, dimana putaran pertama sampai tanggal 24 Maret 2009 kemudian sehari istrahat dan dilanjutkan putaran kedua tanggal 26 Maret - 30 Maret 2009. Dari putaran pertama akan diambil peringkat pertama sampai terakhir dan hasil putaran kedua akan dihitung dan akan diambil lagi hasilnya. Dari kedua hasil ini maka akan diambil yang terbaik untuk dikirimkan ke Eropa ikuti tur ITF selama 5 minggu dengan beaya ITF.

Jumat, 20 Maret 2009

JUBILEE SCHOOL: 3 petenis putri tuan rumah maju


RemajaTenis,20 Maret 2009. Tim tuan rumah mengandalkan dua petenisnya diajang turnamen sia 14 tahun Jubilee School yang diadakan di Pusat Tenis Kemayoran. Kedua petenis putri tersebut adalah Aldila Sutjiadi dan Voni Darlina. Petenis Aldila yang juga siswi Jubilee School, tentunya meruapakn contoh teladan petenis berprestasi bukan hanya dilapangan tenis tetapi juga disekolah. Keduanya berhasil memetik kemenangan di pertandingan perdana di kejuaraan yang dibuka oleh KetuaUmum PP PELTI Martina Widjaja dan Sekjen Soebronto Laras itu.

Pelatih tim Indonesia, Marieke Gunawan tak henti-hentinya memuji kekompakan tim yang sudah sangat padu selama mereka bergabung dan tinggal di hotel yang sama, yakni Hotel Menara Peninsula. “Saya angkat topi dengan semangat anak-anak. Mereka memiliki kemauan keras dan bagusnya, kita saling dukung. Meski pemain kita sudah ada yang kalah, tetapi kita kompak dantetap semangat,” kata Marieke.
Dari pengamatan saat pertandingan hari pertama, Marieke menilai Aldila yang menempati unggulan ketiga dan Voni Darlina yang memetik kemenangan mudah diharapkan dapat melanjutkan kemenangan mereka di pertandingan hari kedua hari Sabtu.
“Aldila dan Voni memiliki bekal yang lumayan. Kita berharap keduanya tetap dapat menjaga performa mereka. Jujur saja, dengan kumpul dalamjangka pendek tentu kita hanya member suntikan motivasi saja. Secara teknik nggak mungkin kita lakukan perubahan,” tambahnya seraya berharap Voni akan dapat mengatasi unggulan kedua Katerine IP dari Hong Kong di hari Sabtu ini.


Hari ini hanya 3 petenis putri tuan rumah maju kebabak kedua sedangkan yang 2 kalah. Ketiga petenis putri yang menang adalah Aldila Sutjiadi , Voni Darlina dan Jeany Ratnasari Anasthasia(Bali)


Drawing tunggal puteri:
1. Chue Chu Chen (TPE) vs 2. Bye

3. Park Yong Eun (KOR) vs 4. Evita Febrihabsari (INA) 62 64

5. Runglerdkri Apichaya (THA) vs 6. Boey Alyssa (MAS), 6-0, 6-2

7. Ching Pang (HKG) vs 8. Samtiha C Sak (IND), 1-6, 4-6

9. Sutjiadi Aldila (INA) vs 10. Wing Man Lin (HKG), 6-4, 6-1

11. Alexandra Grinchishina (KAZ) vs 12. Yu Yuan Yi (CHN), 4-6, 5-7

13. Apisah Marcia Tere (PNG) vs 14. Merenkova Polina (UZB), 3-6, 1-6

15. Handa Tarrannum (IND) vs 16. Tiraganok Gomganok (THA), 6-2, 6-4

17. Abdurakhimova Alina (UZB) vs 18.Hsu Ching Wen (TPE), 6-2, 6-2

19. Thaykaran Shankari (SRI) vs 20. Park So Yeon (KOR), 0-6, 0-6

21. Jeany Ratnasari Anastasia (INA) vs 22. Choo Lyn Yuen (MAS) 63 46 64

23. Khuntaket Nahathai (THA) vs 24.Sun Zi Tue (CHN) 36 36

25. Ju Nam Yeon (KOR) vs 26. Restiana Putri Kelly (INA) 64 60

27. Karaky Nancy (LIB) vs 28. Iska Teertha (IND) 67(5) 16

29. Darlina Voni (INA) vs 30. Chu Chin Hsien (TPE), 6-1, 6-0

31. You Xiao Di (CHN) vs 32. Katherine IP (HKG), 3-6, 0-6


Drawing TunggalPutera:
1. Naow Amer (SYR) vs 2. Bye

3. Bye vs 4. Wiranata Jess David (INA)

5. Chun Hun Wong (HKG) vs 6. Bye

7. Bye vs 8. Dissanayake Sharmal (SRI)

9. Alla Abhishek (IND) vs 10. Bye

11. Bye vs 12. Qiu Zhuo Yang (CHN)

13. Teng Yung Chien (TPE) vs 14. Bye

15. Bye vs 16. Chung Hyeon (KOR)

17. Chen Yu Fan (CHN) vs 18. Bye

19. Rakhmond Akbari (TJK) vs 20. Orendain Betto (PHI),

21. Ho Tzu Hao (TPE) vs 22. Bye

23. Bye vs 24. Pak Long Yeung (HKG)

25. Koaykul Kritin (THA) vs 26. Bye

27. Bye vs 28. Manoah Yoshua David (INA)

29. Timur Khabibulin (UZB) vs 30. Bye

31. Bye vs 32. Passi Vishal (IND)

33. Ramdhani Nur Adim (INA) vs 34. Bye

35. Bye vs 36. Shamroeun Ek (CAM)

37. Sun Fa Jing (CHN) vs 38. Bye

39. Bye vs 40.Chung Yu Ju (TPE)

41. Mendoza Jurenze (PHI) vs 42. Bye

43. Bye vs 44. Tongjaroenchaikul (THA)

45. Alexander Ernepesov (TRM) vs 46.Jeong In Kyo (KOR),

47. Bye vs 48.Temur Ismailov (UZB)

49.Hyun Duk Cho (HKG) vs 50. Bye

51.Bye vs 52.Leonardo Frederico (INA)

53. Ferrer Enrique Gabriel (PHI) vs 54. Bye

55. Bye vs 56. Kim Young Seok (KOR)

57.Naruka Digvijay Singh (IND) vs 58. Bye

59. Bye vs 60. Rungseeborir Parl (THA)

61. Hendrawan Irfandy (INA) vs 62. Bye

63. Bye vs 64. Ngyen Hoang Thien (VIE)

JUBILEE SCHOOL : Peserta Main Angklung


RemajaTenis, 20 Maret 2009. Hari ini dimulai turnamen tenis yunior Jubilee School 14 U Asia di lapangan tenis Kemayoran Jakarta. Pembukaan dipagi hari cukup meriah, dilanjutkan malam hari jamuan makan di Hotel Menara Peninsula. Tampak hadir petinggi Pelti, Martina Widjaja, Soebronto Laras, August Ferry Raturandang, Johannes Susanto, Christian Budiman, Hudani Fajri, Susan Soebakti, Grace Lumenta, Gunawan MH. Sedangkan dari ITF, Development Officer Suresh Menon. Acara jamuan makan malam yang sekaligus menjadi ajang Welcome Party bagi peserta Jubilee School 14 U AsianChampionships , berlangsung semarak. Seluruh peserta dari dua puluh Negara tampil rapi dengan seragam baju putih dan celana batik. Seperti tahun lalu, acaraini juga disemarakkan dengan pentas musik angklung oleh peserta yang hanya satu kali berlatih dengan guru music di sekolah milik Yayasan Citra Bangsa itu.

Martina mengaku senang dengan acara yang digelar malamtersebut. Terlebih lagi Sekolah Jubilee juga masih berkomitmen untuk tetap menggelar turnamen ini tahun-tahun berikutnya. Penyelenggaraan kali ini adalahyang kelima, sejak pertama kali digelar tahun 2005 lalu.
Sekitar enam puluh petenis dan pelatih pendamping mala mini tampilmemainkan music angklung. “Mereka hanya latihan tiga jam saja dan ternyata dapat memainkan musik,” kata pemandu acara dari Jubilee School.
Rupanya, pentas musik angklung tersebut menjadi puncak acara yang juga dimeriahkan artis cilik yang sekarang sudah beranjak dewasa, TiniToon. Tiga lagu dimainkan. Masing-masing Suwe Ora Jamu, Dondong Apa Salak dan IHave A Dream.
Melihat antusiasme peserta tersebut, rupanya membuat Martina Widjaja sangat terkesan. Usai acara tersebut Martina langsung berinisiatif menghadiahkan alat music angklung tersebut kepada perwakilan Negara-negara peserta, yang diwakili oleh pelatihnya.

Turnamen Jubilee School 14 U Asian Chams 2009 dibuka

RemajaTenis,20 Maret 2009. Ketua Umum PP Pelti Martina Widjaja membuka dengan resmi Turnamen tenis internasioal Jubilee School 14 U Asian Champs 2009 yang berlangsung di lapangan tenis Kemayoran Jakarta. Tampak hadir etinggi PP Pelti, Soebronto Laras Sekjen P Pelti, August Ferry Raturandang Wakil Sekjen PP Pelti, Ketua Bidang Pembinaan Senior Diko Moerono, Ketua Bid.Pertandingan Johannes Susanto, Wakil Ketua Bidang Pertandingan Johannes Susanto, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Yunior Christan Budiman dan wakil bendaha ra Darmawan.

Acara diawali dengan defile peserta dengan membawa bendera masing-masing peserta didepan penonton yang mayoritas siswa siswa Jubilee School Kemayoran.
Kemudian sambutan Ketua Panitia Johannes Susanto, kemudian wakil dari Jubilee School. Bruce. Dan ITF Development Officer Suresh Menon mewakili International Tennis Federation (ITF). Kemudian turnamen dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PP Pelti dengan memukul bola tenis dengan raletnya kearah penonton dimana ada hadiahnya.

RemajaTenis Diikuti petenis Malaysia

RemajaTenis, 20 Maret 2009. Turnamen Nasional RemajaTenis-1 tahun 2009 pada tanggal 26-29 Maret 2009 di lapangan tennis GOLDS GYM ELITE RASUNA Club jalan Rasuna Said Kav C-22, Jakarta teah menerima pendaftaran sejumlah 72 petenis. Yang menarik pesertanya bukan saja dari Indonesia tetapi tercatat dari Malaysia. Turnamen tenis nasional yunior ini mempertandingkan Tunggal Putra dan Putri kelompok umur 12 tahun, 14 tahun dan 16 tahun. Turnamen nasional yunior RemajaTenis sudah masuk dalam Kalender Turnamen PP Pelti tahun 2009.

Turnamen RemajaTenis-1 mendapat dukungan juga dari manajemen Golds Gym Elite Rasuna seperti yang disampaikan oleh Ruben Stuivenber selaku General Manager yang menyediakan lapangan tennis Golds Gym Elite Rasuna sebagai tempat pertandingan.
Sampai saat ini sudah ikut mendaftar 72 peserta yang datang dari DKI Jakarta, Cirebon, Bandung, Tegal, Banjarmasin, Trenggalek, Indramayu, Palangka Raya (Kalimantan Tengah).
Ini turnamen pembuka bagi RemajaTenis, dimana direncanakan setiap bulan akan diselenggarakannya sehingga turnamen tennis nasional yunior di Jakarta tetap semarak. Karena selama ini turnamen nasional diakui Pelti tersebar diluar Jakarta, sehingga para orangtua di Jakarta menghendaki agar di Jakarta juga kebagian turnamen nasional sehingga setiap peserta akan mendapatkan poin PNP (Peringkat Nasional Pelti).
August Ferry Raturandang selaku Wakil Sekjen PP Pelti giat mendorong agar makin banyak diadakan turnamen nasional diseluruh Indonesia. Tahun 2008 sudah tercatat 64 turnamen nasional dan internasional, sedangkan Soebronto Laras selaku Sekjen PP Pelti menargetkan menjadi 100 turnamen nasional dan internasional bisa berlangsung di tahun 2009. Sampai hari ini sudah banyak daerah lainnya selenggarakan turnamen nasional yang baru seperti Samarinda, Balikpapan, Tulugagung, Purworejo, Ambarawa. Masih menunggu giliran dari Jambi, Lampung, Pontianak, Bali dll.

Minggu, 15 Maret 2009

Mau Study Ke Amerika Serikat

RemajaTenis,15 Maret 2009. Induk organisasi Pelti telah berikan petunjuk bagi petenis yunior yang berkeinginan melanjutkan study ke negeri Paman Sam. Marieke Gunawan sebagai penanggung jawa Komite Pendidikan dan Beasiswa PP Pelti telah berikan petunjuk untuk para pemain, orangtua dan para pelatih yang bisa didapatkan di Sekretariat PP Pelti.

Banyak test yang harus dilakukan sebelum bisa mendapatkan beasiswa dibeberapa universitas Amerika Serikat. Beberapa petenis Indonesia sedang ikuti atau sudah mendapatkan beasiswa tersebut seperti Ayrton Wibowo di University of Oregon, Vivien Silfany di Boise State University, Lutfiana Budiharto di Wichita State niversity, Golda Rubina di Chicago State University.

Dikatakan pula setiap petenis harus mempunyai Surat Keterangan Hasil Ujian Negara atau dikenal dengan STTB SMA yang mempunyai nilai rata rata 6 (enam). Atau Surat Tanda Tamat Belajar dari Madrasah Aliyah (Madrasah Menangah Tingkat Atas. Dengan angak rata 2.000 - 3.550 atau lebih dalam skala 4-0 (4 high) . Ijasah SMA maupun hasil Ujian SMA agar diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan test SAT(langsung dari test centre, kode Clearinghouse adalah 999) dikirimkan ke NCAA Eligibility Center, Ceritifications Processing PO Box 7136, Indianapolis, Indiana 46207-7136.

Untuk test yang harus dilakukan adalah SAT 1 (test awal untuk masuk Universitas di Amerika). Informasinya bisa langsung diakses ke http://www.collegeboard.com/ atau bisa juga ke Menara Imperium lantai 28 "English Test Center" Jakarta untuk mendapatkan info waktu diadakan test. Minimum score SAT untuk NCAA adalah 820.

Begitu juga harus ada test TOEFL, minimum score 500 PBT, 61 IBT, 6 IELS Informasi lengkap diakses ke http://www.toefl.org/.

Jika sudah mendapatkan sekolah yang diinginkan bisa langsung kirim hasil test SAT kesekolah tersebut langsung dari test center Amerika pada saat mendaftar SAT.

Buatlah sebuah video match play dalam bentuk DVD/CD sesuai permintaan universitas di Amerika. Cara tercepat, masukkan file video ke http://www.youtube.com/, sehingga pelatih Universitas akan melihat langsung dari situs tersebut.

Sedangkan nama nama universitas di Amerika bisa diakses ke http://www.collegeboard.com/ atau juga ke http://www.collegetennisonline.com/.

Langkah berikutnya adalah daftar clearinghouse di http://www.ncaaclearinghouse.net/. Segala info bisa didapatkan disini. Clearinghouse merupakan lembaga penjaringan untuk para atlet-atlet yang akan berlaga dikompetisi di Liga NCAA (National College Athletic Associatio). Clearinghouse akan memutuskan apakah seorang petenis bisa lolos seleksi secara akademis dan amatir. Status pemain untuk NCAA adalah amatir bukan profesional, sehingga jika ikuti suatu turnamen berprize money baik dalam negeri dan luar negeri , perlu diperhatikan bahwa pengeluaran selalu lebih besar daripada pemasukan.

Petenis Luar Jambi Kuasai Piala martina Widjaja


RemajaTenis,14 Maret 2009. Pengurus Provinsi Pelti Jambi telah selesai selenggarakan turnamen tenis Piala Martina Widjaja dari 7 - 13 Maret dengan sukses . Turnamen yang berlangsung di lapangan tenis UNIJA Kampus Telanaipura, lapangan tenis KONI Jambi, lapangan tenis DIKNAS Telanaipura Jambi diiktui oleh peserta dari luar kota Jambi seperti Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Tanjung Jabur Barat, Kabupaten Pasaman Sumatra Barat, Kabupaten Pariaman Sumatra Barat, Kota Padang, Kota Palembang maupun dari Provinsi Riau disamping dari kota Jambi sendiri. Jumlah peserta cukup menggembirakan yaitu 139 petenis yunior.

Ketua Pengprov Pelti Jambi H,Kenas Arsyad Somad ,SH,MH menyampaikan kegiatan ini sebagai kebangkitan prestasi tenis yunior di Provinsi Jambi dan juga untuk menjalin tali silahturahmi antar insan tenis dan membangung kepedulian masyarakat Provinsi Jambi terhadap dunia olahraga khususnya tenis. Kegiatan turnamen yunior diikuti pula Beregu Putra kelompok umum dan perorangan.


Sebagai hasil dikelompok yunior, didominasi petenis kluar Jambi keluar sebagai pemenang. Sebagai juara tunggal putra kelompok umur 12 tahun petenis asal Pasaman Sumatra Barat Iqbal Bilal setelah difinal mengalahkan petenis Palembang Ivan Kurniawan 86. Sebagai semifinalis Ilham Maulana (Batanghari Jambi) dan Aditya Amirudin (Jambi).

Putri 12 tahun keluar sebagai juara Gusnita P (Padang, Sumbar) setelah difinal mengalahkan Ananda Vaila (Sarolongan,Jambi) 84. Semifinalis adalah Ghustriya Azni asal Palembang Sumatra Selatan dan Rafina Ayu asal Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Untuk tunggal putra 14 tahun keluar sebagai juara adalah Imam Khairuddin asal Kota Jambi setelah final kalahkan Rhido Hardeva (Padang) 06 63, 15-13. Semifinalis adalah Akbar Tio (Palembang) dan Jati Kristanto (BatanghariJambi).
Putri 14 tahun keluar sebagai juara Azika Olinda (Palembang) setelah difinal kalahkan Monica YP Munitri asal Palembang 60 62. Semifinalis adalah Hanum (Pekanbaru Tiau) dan Serli Tresia (Batanghari Jambi).

Tunggal putra 16 tahun keluar sebagai juara Dani Mauludin (Kota Jambi) setelah difinal kalahkan Angga (Kota Jambi) 61 62. Semifinalis Ilham (Pekanbaru Riau) dan Tio Aji (Kota Jambi).
Putra 18 tahun, keluar sebagai juara Jumaran (Kota Jambi) setelah difinal kalahkan Davis Rasyid (Kota Jambi) 63 60. Semifinalis David Julianto (Palembang) dan Aldi Arismunandar (Tanjung Jabung Barat Jambi)
Sedangkan peserta putri 18 tahun hanya 5 peserta dan tetap dipertandingkan dengan susunan pemenang adalah Nurviana Sepdyta (Padang) dan Dini Restu dari Payakumbuh Sumatra Barat.

Sabtu, 14 Maret 2009

TDP Baru RemajaTenis di Jakarta


RemajaTenis,14 Maret 2009. Kebutuhan turnamen tenis yunior mendapat porsi terbesar agar prestasi tenis Indonesia bisa meningkat. Menyadari akan keseriusan masyarakat tenis sehingga setiap turnamen selalu mendapatkan perhatian besar, bahkan setiap turnamen yang jauhpun dikejarnya. Menyadari hal ini RemajaTenis tergerak ikut menyemarakan kegiatan yang sudah merupakan kebutuhan mutlak.

Bekerjasama dengan manajemen Gold Gyms Elite Rasuna Club, RemajaTenis menggelar turnamen nasional yunior pada tanggal 26 - 29 Maret 2009 di lapangan tenis Gold Gyms Elite Rasuna Club Jakarta. Sedangkan jenis pertandingannya adalah tunggal putra dan putri khusus kelompok umur 12 tahun, 14 tahun dan 16 tahun. Pendaftaran dapat dilakukan melalu fax ke 021 5700157 atau email ( info@pelti.or.isd dan remajatenis@yahoo.com ) dan ditutup tanggal 20 Maret 2009.

Kegiatan ini ini akan dilaksanakan secara rutin setiap bulannya di Jakarta maupun di Surabaya yang juga sudah ada kesepakatan dengan masyarakat tenis Surabaya. Start akan dilakukan bulan April sampai akhir tahun sekitar 7 TDP Yunior.

Johannes Susanto Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti menyambut baik kegiatan ini dan mengharapkan kegiatan turnamen diakui Pelti bisa diselenggarakan oleh pihak ketiga non Pelti diseluruh Indonesia sehingga target TDP di tahun 2009 bisa tercapai. Selaku Ketua Umum PP Pelti sangat gembira diadakan turnamen nasional khususnya yunior bisa langgeng setiap bulannya. Termasuk juga kegiatan ini tidak terfokuskan di Jakarta saja, jikalau memungkinkan diluar Jawa.

Mengantisipasi keinginan Ketua Umum PP Pelti, RemajaTenis juga akan melebarkan sayapnya ke Sumatra seperti di Riau, Medan, Jambi bahkan Palembang yang dilihat sangat kurang frekuensi turnamennya. Makasar yang memiliki fasilitas lapangan tenis cukup memadai seperti Tenggarong, Samarinda maupun Balikpapan , sudah merupakan prioritas selanjutnya.

BRUNEI :Petenis Putra masuk Kuarter final, Putri tumbang


RemajaTenis, 13 Maret 2009. Petenis yunior Indonesia ada juga yang berkiprah di turnamen ITF di 39th Brunei ITF Junior Circuit 2009 yang berlangsung. Dengan bimbingan pelatih Tintus Arianto Wibowo , petenis IndonesiaJason Joey Alexander Wiranata bersama Michael Christian Tjuatjadarma berhasil masuk. Jason Joey berhasil kalahkan Chun Yu Lin asal Taipei 63 64 sedangkan Micahel Christian T mengalahkan petenis Thailand dalam 3 set, 46 75 63.

Di kuarter final Jason Joey ditantang oleh petenis Jepang Ryota Kishi sedangkan Michael Christian melawan petenis Thailand
Rekan rekan lainnya sudah berguguran dibabak sebelumnya seperti Jeremy Ryan Alexande Wiranata dan Michael Weiss Pesdersen petenis berdarah Indonesia . Jeremy Ryan kalah dibabak kedua dari petenis Taipei Wei Sheng Kao 76 16 06, sedangkan Michael Pedersen kalah dari Ryoma Sloane (New Zealand ) 46 63 26

Demikian pula petenis puti Indonesia yang berkiprah di Brunei, yaotu Nadia Frederika sebagai unggulan 1 diikuti oleh Claire Cynthia Mulyadi dan Dina Karina. Dibabak pertama ketiga petenis Indonesia menda[patkan bye, dibabak kedua Dina Karina kalah dari Evgeniya Svitsova (Rusia) 36 16, sedangkan Claire Cynthia Mulyadi kalah dari Adnya Naik petenis India 06 46. Nadia Frederika menang dan kalahkan Sari Baba (Jepang) 36 75 76(5). Dibabak ketiga Nadia Frederika mengalahkan Aya Nishi (Jepang 60 64. Sayangnya dibabak kuarter final Nadia tumbang dari petenis Thailand Tanaporn Thongsing 46 75 36.

Grace Sari Ysidora Melaju di Thailand

RemajaTenis, 12 Maret 2009. Petenis andalan Indonesia dimasa depan Grace Sari Ysidora yang berperingkat ITF Jr 129 sebagaii unggulan 11 dalam turnamen “LTAT Dunlop Thailand Open” Grade 1 di Nonthaburi, Thailand terus melaju ke babak semi-final. Hari ini Grace berjaya di babak perempat-final , sanggup mengatasi lawannya, wild card Napatsakorn Sankaew dari Thailand dengan 6-1, 7-5. Permainan Grace dengan menerapkan strategi menyerang dilayani lawannya dengan rei reli panjang. Tetapi Grace Sari Ysidora bisa secara konsisten melayani permainan reli reli lawannya sehingga Grace bisa unggul di set pertama 61. Selanjutnya di set kedua , Grace tampak mengendurkan daya serangnya dan langsung tertinggal 1-3. Tetapi denga tegar Grace menyadari kesalahannya sehingga kembali kepola main sebenarnya sehingga unggul 5-4, dan Sankaew masih berupaya melayaninya dan berhasil menyamakan kedudukan 5-5. Akhirnya setelah mampu mengatasi emosinya, Grace dengan sigap menuntaskan laga dengan 7-5.
Ini pertemuan yang keduakalinya diantara mereka berdua. Yang pertama kali di bulan Oktober tahun 2008 dalam turnamen “LTAT Junior Championships Grade 2” juga di tempat yang sama, ia menundukkan Sankaew 6-2, 6-2.


Lawan berikutnya sudah menanti Grace di babak 4 besar yaitu unggulan pertama Timea Babos dari Hungaria berperingkat ITF 9. Meskipun Grace sudah tak asing lagi dengan gaya permainan Babos, namun partai menantang Babos merupakan yang pertama kali bagi petenis nomor dua yunior Indonesia ini. Babos yang lahir hanya lima hari lebih awal dari Grace, berasal dari Sopron, Hungaria . Gelar perdana di ajang ITF Yunior Babos raih pada turnamen ITF Grade 3 di Sarawak, Malaysia di tahun 2007. Lalu gelar keduanya sukses ia raih di turnamen “Copa Gatorade” yaitu turnamen ITF Grade 1 di Venezuela pertengahan bulan Januari 2009. Kinerja terbaiknya adalah menjadi semi-finalis turnamen ITF Grade A “31st International Casablanca Junior Cup” di Mexico awal Januari 2009. Petenis Indonesia Jessy Rompies pernah bertanding melawan Babos di turnamen ITF Grade 1 di Sarawak bulan Maret 2008, Jessy ditundukkan oleh Babos 1-6, 6-1, 1-6.Di ganda, Grace berpasangan dengan petenis Thailand unggulan 7 Natchanok Saenyaukhot yang juga melaju ke semi-final tunggal putri melawan unggulan 5 Maryna Zanevska asal Ukraina. Duet Grace/Saenyaukhot menempati unggulan 4 dan mendapat bye di babak pertama (draw 24). Pada babak kedua (16 besar) kemarin, Grace/Saenyaukhot mengempaskan pasangan India/Turkmenistan, Sharmada Balu/Anastasiya Prenko 6-3, 6-3. Di babak perempat-final siang tadi, lagi-lagi duo Indonesia Thailand mampu mengatasi perlawanan sengit pasangan Republik Ceko unggulan 6, Denisa Allertova/Monika Tumova dengan 4-6, 6-4, 10-5. Pada semi-final besok, Grace/Saenyaukhot akan menantang ganda lokal dan unggulan dua, Khunpak Issara/Kanyapat Narattana.

Kamis, 12 Maret 2009

Jubilee School 14 &U Asia Champs siap digelar


RemajaTenis, 12 Maret 2009. Sudah menunggu kegiatan rutin tenis yunior di Indonesia khususnya Jakarta yaitu Jubilee School 14 & Under Asian Champs 2009. Tepatnya tanggal 18-30 Maret 2009 di Pusat Tenis Kemayoran Jakarta. Ini kegiatan sudah masuk kelima kalinya Jubilee School mendukung penyelenggaraanTurnamen Tenis Junior KU 14 tahun tingkat Asia.

Kegiatan internasional ini merupakan kerjasama ITF dengan ATF (Asian Tennis Federation) maupun PP Pelti dilaksanakan di Jakarta. Sedangkan dunia pendidikan seperti Jubilee School menyadari pendidikan dengan olahraga merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dilepaskan.

Hari ini dilakukan junpa pers di Jubilee School dihadir oleh Sekjen PP Pelti Soebronto Laras, Ketua Bidang Pertandingan Johannes Susanto, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Yunior Christian Budiman dan Wakil Sekjen PP Pelti August Ferry Raturandang.

Sekjen PP PELTI Soebronto Laras dalam jumpa pers mengungkapkan terimakasih atas dukungannya menjadi sponsor kegiatan tenis. “Saya pikir Jubilee School tidak salah mendukung kegiatan tenis, karena sebagai sekolah internasional bisa dikenal dengan mensponsori tenis,” kata Soebronto Laras.
Sementara itu Ketua Yayasan Citra Bangsa, Ibrahim Abdullah Assegaf yang didampingi Direktur Jubilee School mengatakan, keterlibatan Jubilee ini di tenis memang sudah diniatkan pihak sekolah untuk saling mendukung.


“Kami mendukung anak-anak berprestasi, dengan mengadakan home schooling, karena bagi atlet berprestasi, khususnya tenis, tetap dapat sekolah,” kata Ibrahim.

Soebronto Laras menguatkan, bahwa program ini mengacu pada program yang saat ini diterapkan di Amerika. “Jadi mengacu pada apa yang dilakukan College di Amerika, hal ini banyak terjadi. Mudah-mudahan akan lahir Jubilee-Jubilee lain,” katanya.
Modul yang dikembangkan Jubilee ini diyakini akan menjadi trend baru, dimana sekolah akan ambil bagian dalam pembinaan olahraga. Ibrahim sendiri menegaskan, bahwa saat ini pihaknya baru terjun di tenis. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk cabang olahraga lainnya.
Dalam jumpa pers sempat disinggung tentang kemungkinan Jubilee School merekrut pemain secara aktif dan tidak hanya menerima dari PELTI.


Sementaraitu Ketua Bidang Pertandingan PP PELTI Johannes Susanto menegaskan petenis yang ikuti berasal dari 9 negara adalah Filipina, Cina, Hong Kong,India, Jepang, Korsel, Cina Taipei, Thailand dan Indonesia. Disamping itu pula beberapa petenis mewakili tim gabungan dari beberapa negara seperti petenis dari Vietnam,Malaysia, Sri Lanka, Camboja, Lebanon, Syria akan mewakili Group 2 ITF, dan petenis asal Kazakstabn, Tajikistan, Uzbekistan, Turkmenistan mewakil Group 3 (Central Asia) ITF dan juga satu petenis dari Papua New Guinea.


Tim Indonesia akan diperkuat sepuluh pemain, lima putera dan lima puteri,. Masing-masing adalah Nuradim Ramdhani (Bantaeng), Irfandi Hendrawan (Surabaya) , David Manoah Yosua (DKI), Jess David Wiranata(DKI), Frederico Rumambi (DKI), Sedangkan puteri diperkuat Aldila Sutjiadi (DKI), Voni Darlina (DKI), Evita Febrihapsari (Semarang), Kelly Restiana Putri (DKI), Anastasi Yeany Ratnasari (Bali).


Seluruh peserta akan menginap di hotel Menara Peninsula, termasuk petenis tuan rumah dengan tujuan agar ada komunikasi antar petenis asing dengan tuan rumah. Peserta akan tiba dan masuk kehotel tanggal 17 Maret 2009, kemudian tanggal 18-19 Maret 2009 berlatih bersama pelatih ITF dan kompetisinya mulai 20 - 30 Maret 2009.

Hasil dari kompetisi ini akan dipilih ikuti tour ke Eropa dibulan Juli selama 5 minggu dengan beaya ITF