Senin, 13 Februari 2012

Keluhan terhadap wasit

RemajaTenis, 13 Februari 2012. Selesainya RemajaTenis di Surabaya membaa cerita tersendiri juga, karena terima SMS dari salah satu peserta kota Malang. Isinya menceritakan di pertandingan tunggal KU 16 pi merasa dicurangi oleh wasit yang berasal dari Surabaya. Bola out dibilang in, sehingga merugikannya. Hal ini sudah sering terjadi jika merasa dirugikan dan kalah maka ceritanya memojokkan wasitnya. Begitulah kejadian ini sering terjadi.
Dalam pelaksanaan RemajaTenis di Surabaya menggunakan wasit lokal. Yang menjadi pertanyaan wasit tersebut apakah wasit yang sudah bersertifikat nasional atau belum. Ini yang perlu dipertanyakan. Memang pernah terjadi juga disaat SEA Games banyak wasit nasional sedang ebrtugas di Palembang, dan RemajaTenis di Jakarta menggunakan tenaga wasit Kemayoran yang tidak memiliki sertifikat nasional. Sehingga banyak keluha yang mucul. Keluhan ini juga datang dari petugas Referee yang merupakan atasan wasit wasit ini.

Bagaimana jadinya jika RemajaTenis yang sebentar lagi akan meluaskan turnamen diluar Jawa. Seperti nanti di Payakumbuh ( 23-25 Maret), Palu maupun kota kota lainnya. Sudah merupakan tugas dari induk organisasi tens yaitu Pelti agar meningkatkan kualitas para wasit tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar